Pagi ini Farhana dan Nesya sudah berada di sebuah kafe, mereka menunggu kedatangan Gias. Farras tahu hari ini Farhana pergi jalan-jalan dengan Nesya, Mang Asep sendiri yang mengantarnya, tapi dia tidak tahu kalau Farhana menemui Gias. Farras juga sudah mendengar soal Gias yang sudah melamar Nesya. Farhana rasa Farras atau Mang Asep tak akan curiga. “Assalamualaikum, Ines?” Gias sudah berdiri di depan meja. “Waalaikumsalam, duduk, Bang.” Sejak mereka memutuskan menjalin hubungan serius, Nesya mengubah panggilannya terhadap Gias. Pria itu mengedarkan pandangan. Tak biasanya Nesya mengajaknya bertemu di kafe sepagi ini. “Kamu nggak ngajar?” “Aku izin.” Gias mengernyit. “Sampai izin? Ada apa ini?” tanya Gias seraya duduk. “Ada aku,” ucap Farhana yang baru saja kembali dari kamar kecil

