Part 12 -Geger-

608 Kata
Part 12 - Geger- Dengan perasaan tidak bersalahnya Fita mengunci Su Ho di dalam kamar dengan bantal guling yang dibuat seperti pocong. Kini, ia mempunyai misi untuk menakuti seluruh penghuni istana kalau bisa. Sifat jahilnya kembali muncul ke permukaan. "AKH! HANTU!!" jerit sekumpulan pelayan yang berada di dalam kediamannya saat Fita melewati mereka. Setelah menjerit histeris mereka semua teronggok di atas lantai dengan mengenaskan alias pingsan. "HANTU!!" Bahkan prajurit yang sedang berjaga juga pingsan saking kaget dan takutnya. "Hihihi.." tawa cekikan Fita menggema di lorong yang sepi. Fita tersenyum miring ketika melihat pelayan yang sedang membawa makanan. "Berikan aku makanan.. Aku lapar.. Hihihi.." bisik Fita lirih di telinga wanita pelayan itu. "Ha.. Hantu.." Makanan yang dibawa pelayan berjatuhan di lantai, disusul dengan tubuh pelayan itu. "Hihihihi.." tawa cekikan Fita semakin menjadi-jadi. Ketika dia melihat Ji Rae -putri Xia Le- Gadis cantik itu terlihat sedang merenung di tepi kolam yang ditumbuhi bunga teratai. "Ji Raee.." panggil Fita dengan suara menyeramkannya. Perempuan cantik itu tak menyahut ucapan Fita karena terlalu larut dalam lamunannya. Fita mendekat dan merendam tangannya di dalam air kolam yang dingin. Setelah itu, dia duduk dan menyentuh pipi Ji Rae lembut. "Argh!" kaget korbannya. "Ji Rae.. Ayo main bersamaku." Fita tertawa lebar sehingga membuat wajahnya semakin menyeramkan dibawah sinar rembulan. Tubuh Ji Rae bergetar hebat. Fita semakin mendekat. "Ayo main bersamaku.. Temani aku.." desis Fita semakin gencar menakuti Ji Rae yang sudah mengigil. Fita mendekap tubuh mengigil Ji Rae hingga perempuan malang itu terpekik kaget dan melepaskan pelukan Fita dengan paksa. Fita beringsut mendekat layaknya suster ngesot, ia mengeluarkan tawa cekikan andalannya, Ji Rae semakin mundur ke belakang. "Ayo lah, temani aku.. Aku ingin menjadi temanmu." Tangan Fita hendak meraih Ji Rae tapi gadis itu sudah tercebur ke dalam kolam terlebih dahulu. "Hihihihi.." Fita berlari secepat kilat dan mencari korban lain. Kali ini, sasarannya pelayan yang sedang memarahi pelayan lain. Dengan jahilnya, ia melemparkan batu ke semak-semak. "Siapa disana?!" tanya pelayan yang marah-marah. Prank! Kali ini, Fita melemparkan gelas ke arah kedua pelayan itu hingga keduanya menjerit histeris. "Hihihi.." Lagi, Fita melemparkan cangkir yang terbuat dari keramik ke arah pohon hingga menimbulkan suara yang nyaring. "TOLONG! ADA HANTU!" Kedua pelayan itu lari terbirit-b***t hingga terjatuh. Tapi mereka kembali bangkit. Saking terburu-burunya mereka menabrak tembok. Fita tak tau saja, Su Ho yang telah sadar dari pingsannya kembali pingsan melihat hantu buatan istri cantiknya. Keesokan harinya, kerajaan dibuat geger dengan berita adanya hantu bergentayangan di istana. Berbagai macam cerita dalam berbagai versi terdengar di telinga Fita. Diam-diam ia mengulum senyum. Ji Rae yang dijahilinya sampai sakit parah dan sedang mendapatkan perawatan intensif. Perempuan itu ditemukan terapung di dalam kolam. Untung saja tidak mati. Para pelayan di dalam kediamannya memohon-mohon kepada Su Ho untuk dipindahkan ke kediaman lain. Tentu saja langsung di tolak oleh Su Ho karena dari penglihatannya hanya pelayan di kediamannya lah yang tidak suka menggosip seperti pelayan lain. "Kau tidak melihat hantu itu, kan, Fita?" tanya Se Ta cemas. "Ya, aku tidak melihatnya. Secara hantu itu aku." jawab Fita tapi dalam HATI. "Haha. Meski pun aku melihatnya, aku akan menangkapnya dan menjadikannya peliharaanku." Jawaban Fita menghadirkan raut tak percaya dari semua orang. Terutama Su Ho. Ia tidak bisa membayangkan jika Fita menangkap hantu itu dan menjadikannya peliharaan. Tiap hari dia akan pingsan sepertinya jika itu terjadi. "Kenapa wajahmu pucat, suami?" tanya Fita sok khawatir. Su Ho berdehem ketika semua orang menatapnya. "Aku sedikit tidak enak badan." alasannya. "Benar kah? Bukan karena hantu 'kan?" tanya Fita sok polos. Seketika, Su Ho ingin membuang istrinya ke dunia lain. Mau dimana diletakkan harga dirinya sebagai raja jika ke hantu saja dia takut?! Bersambung...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN