Part 6 -Tidak Ingin-
Su Ho terbatuk darah. Ia melirik Fita yang asik-asiknya memakan cemilan. Sungguh sadis sekali istri kecilnya. Lewat tatapan Su Ho seolah mengirimkan sinyal ancaman yang sayangnya dibalas juluran lidah oleh Fita. Entah kenapa rasa marah dan kesalnya hilang begitu saja karena tingkah lucu istrinya.
"Jangan pernah mengulanginya lagi!" tegas Rain dengan aura dinginnya hingga Su Ho mengangguk patuh. Malas mencari masalah. Di sini, dia tidak akan menang. Istri kecilnya pasti akan semakin memprovokasi ortunya sendiri jika dia melawan.
Su Ho menatap keluarga istrinya dengan tatapan datar. "Aku ingin membawa istriku kembali ke istana sekarang juga."
"Tidak mau!" sergah Fita langsung.
"Kau istriku, Fita. Seorang istri tinggalnya di tempat suaminya."
Fita menatap Su Ho dengan tatapan berkaca-kaca. (drama) "Tapi untuk sekarang aku ingin tinggal di sini."
"Tidak bisa."
Fita menatap mamanya dengan sarat permohonan. Rain yang melihatnya hanya bisa menghela nafas gusar. "Ma, Fita tidak ingin pergi sama dia." adunya.
Rain mengelus puncak kepala Fita dengan sayang. "Kenapa, sayang?"
"Kan sudah Fita bilang. Dia tidak suka sama Fita. Dia memperlakukan Fita dengan sangat tidak pantas di sana." Su Ho langsung menatap Fita tajam akibat kebohongan istrinya untuk yang kesekian kalinya.
"Tenang saja. Dia kan sudah dihajar oleh papamu. Pasti dia akan kapok." Kekeh Rain. "Iya, kan?!" tanya Rain ke Su Ho dingin. Yang ditanya mengangguk saja. Malas berurusan lebih lama.
Fita menggerutu di dalam hati. Mamanya ini tidak bisa di ajak kompromi. Dia kan hanya ingin tinggal lebih lama bersama keluarganya. Baru setengah hari dia di sini tapi sudah diboyong pulang saja.
"Kita pulang. Istana tidak ada pemimpinnya sekarang. Aku takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan." kata Su Ho dingin.
"Pulang aja sana, kak. Nanti main lagi ke sini." Xavier menepuk-nepuk bahu kakak tercintanya.
"Kalau dia berbuat macam-macam katakan saja kepadaku." imbuh Sean.
"Kami akan selalu ada untukmu." kata Sean dan Xavier bersamaan. Mau tak mau, Fita merasa terharu dengan perhatian saudara-saudaranya.
"Kau jangan pernah memperlakukan princess kami dengan buruk!" desis Sean dengan telunjuk yang menuding Su Ho.
"Kalau sampai kau melakukan hal itu lagi, aku akan meratakan istanamu itu!" ancam Xavier tak main-main.
Su Ho berulang kali menghembuskan nafas kasar mendapati perlakuan tak mengenakkan dari keluarga istrinya. Selama ini belum pernah ada orang yang memperlakukannya dengan buruk seperti ini. Keluarga istrinya lah yang perdana. Tapi lebih dari semua itu, Fita lah yang bertanggung jawab dengan semua itu.
Waktu mereka menikah saja, orangtua dan saudara istrinya biasa-biasa saja. Tidak melayangkan tatapan permusuhan atau pun tatapan waspada. Su Ho sampai geleng-geleng kepala sendiri dengan istrinya yang suka sekali bersandiwara. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi ke depannya terhadap dirinya.
"Tenang saja. Aku akan memperlakukan istriku dengan sangat baik." kata Su Ho tenang.
"Baiklah, kalau begitu kalian boleh pergi."
"Tapi, pa--?"
"Tidak apa-apa, sayang."
Fita mengerucutkan bibirnya kesal.
"Kami pergi dulu. Ada urusan penting." Yu Han menggendong tubuh mungil Rain ala bridal style di hadapan semuanya.
Fita sampai geleng-geleng kepala sendiri melihat tingkah orangtuanya. Sean dan Xavier hanya memutar bola mata malas. Urusan penting yang dimaksud orang tua mereka adalah melakukan hal yang penting di dalam kamar. You know lah haha.
"Jaga diri baik-baik, sayang."
"Kakak makan yang teratur agar tubuh kakak tidak kecil lagi." kekeh Xavier.
Kedua saudaranya memeluk tubuh Fita sekilas.
"Kami pergi." pamit Su Ho dan mengenggam tangan Fita lembut. Fita melambaikan tangannya ke arah Sean dan Xavier dengan semangat. "Sampai ketemu lagi! Aku cinta kalian!"
Su Ho mendengus sendiri jadinya. Tadi istrinya tidak ingin pulang bersama dirinya tapi saat sudah seperti ini, istrinya malah berpamitan dengan semangat.
"Lepaskan!" Su Ho berusaha menarik tangannya yang dipeluk Fita. "Hei, lepaskan." kesalnya karena Fita tak kunjung juga melepaskannya.
"Lepaskan atau aku---"
"Berani menyuruhku melepaskan lagi, akan aku panggil kedua saudaraku agar kau dihajar lagi." kekeh Fita sinis.
"Panggil saja! Aku tidak takut dengan mereka."
"Ok. SE---"
"Ck. Menjengkelkan." Su Ho melepaskan bungkamannya.
Fita tertawa kecil. "Bagaimana rasanya di hajar papaku, heh?" Ia tersenyum miring ke arah Su Ho. "Menyenangkan bukan?" Ia tertawa kecil lagi. "Makanya jangan pernah bermain-main denganku." Lanjutnya sombong seraya mengibaskan rambut indahnya dan berjalan meninggalkan Su Ho yang berdecak heran dengan tingkah istrinya.
Bersambung...