Part 17 -Tragedi-
Pernyataan yang diungkapkan Su Ho susah payah, seolah tak bermakna bagi Fita sama sekali. Dia tetap lah Fita yang suka menjahili suaminya di berbagai kesempatan. Seperti sekarang contohnya.
"Kenapa semua pakaianku bisa bolong seperti ini?" tanya Su Ho ke sang istri yang sedang duduk manis di kursi seraya menyesap teh hijaunya. Tak lupa pula mengangkat pakaian dan menunjukkan dimana letak bolongnya.
"Kira-kira apa penyebabnya?" Su Ho mengalihkan pandangannya ke istri kecilnya.
"Digigit tikus mungkin."
Su Ho menatapnya tak percaya. Masalahnya, semua pakaiannya yang berada di dalam lemari bolong. Kalian tahu dibagian mana yang bolong? Di bagian b****g. #dasar Fita m***m(✖﹏✖)
"Tapi ini seperti bekas digunting." Su Ho menteliti bagian yang bolong itu dengan intens. Selagi pria itu menelitinya, Fita diam-diam pergi. "Apa kau yang mengguntingnya?" tuduhnya curiga.
"Hei, kenapa kau diam saja?" kesal Su Ho.
"Jawablah pertanyaan suamimu ini. Dasar istri tidak sopan."
"..."
Su Ho tak bisa berkata-kata sewaktu tidak melihat keberadaan orang yang diajaknya berbicara. "Cepat sekali dia menghilang, seperti hantu saja." Bulu kuduknya merinding ketika teringat kejadian beberapa hari yang lalu.
Di lain sisi, Fita berjalan dengan dagu yang terangkat angkuh. Namun, bukannya terlihat angkuh ia malah terlihat seperti anak kecil yang bertingkah sok angkuh. Menggemaskan.
Langkahnya terhenti ketika melihat seorang perempuan yang sudah ditetapkan sebagai musuhnya, Ming Ming. Perempuan itu terlihat termanggu di dekat kolam, tempat yang sama dimana Fita menjahili Ji Rae dan hampir meregang nyawa. Ia tersenyum sinis dan mengambil batu yang besar. Berjalan mendekati Ming Ming dan melemparkan batu itu. Tenang, bukan di lemparkan ke kepala Ming Ming kok. Tapi kalau nyasar sih itu udah takdir hehe.
Batu besar yang dilemparkan Fita membuat air mengenai seluruh tubuh Ming Ming hingga membuat perempuan itu mengertakkan gigi marah dan segera berbalik ke belakang untuk melihat pelaku yang membuatnya basah kuyup.
"KAU?!"
Fita mengangkat dagu angkuh. "Ya, ini aku. Fita, ratu di kerajaan ini." Ditatapnya Ming Ming dengan tatapan jijik. "Kenapa aku selalu melihatmu setiap hari? Itu membuatku muak!" desisnya.
"Aku di sini diberi kebebasan untuk keluar masuk oleh ibu Su Ho!" jawab Ming Ming tak mau kalah.
"Aku tidak peduli!" Fita berjalan mendekat dengan senyuman miringnya. "Yang aku mau, kau tidak menampakkan wujud menjijikkanmu itu lagi ke hadapanku!" katanya pedas. "Kalau sampai aku melihatmu di istana ini lagi, aku akan membunuhmu dengan perlahan. Membuatmu memohon, menjerit, dan menangis setiap kali bertemu denganku." Lanjutnya sebelum Ming Ming sempat menyela ucapannya. Ucapan Fita terdengar tidak main-main sama sekali.
"Memangnya kau bisa apa?! Kau hanya lah gadis manja dan nakal yang kebetulan menjadi anak kaisar terkenal. Kau sama sekali tidak memiliki bakat. Kau hanya menang dibidang kecantikan." hina Ming Ming.
Bukannya marah, Fita malah tersenyum bangga. "Oh, makasih. Aku memang cantik. Lebih cantik darimu yang sudah dimake over." Fita tertawa mengejek. Wajah Ming Ming dibuatnya memerah malu.
"Kau bermimpi menjadi salah satu wanita suamiku? Oh jangan harap! Aku tidak akan membiarkan kau mengambil mainanku. Dia hanya milikku. Setidaknya sampai aku bosan." Dengan acuhnya, Fita mengatakan hal itu.
"Kau benar-benar tidak beretika!" Maki Ming Ming.
"Hiksss..." Air mata Fita tiba-tiba mengalir dengan deras. Ia menatap Ming Ming dengan tatapan nanar.
"Dasar wanita nakal! Tak tahu malu! Tidak berbakat! Sampah masyarakat!" Ming Ming semakin menjadi-jadi menghina Fita. Melihat lawannya menangis, hal itu membuat semangatnya semakin menggebu-gebu.
"Apa salahku padamu?" lirih Fita dengan tatapan yang meratap. Tangan rapuhnya mengusap air mata yang mengalir di pipinya yang membuat siapa pun gemas.
"Dasar gadis lemah! Enyah saja kau!" Ming Ming mendorong Fita ke dalam kolam dengan kesal.
Byurrrr!!
"Aaaaaa!! Tolong!" histeris Fita ketika masuk ke dalam air. Tangannya berusaha menggapai-gapai sesuatu. Bukannya menolong, Ming Ming malah tertawa bahagia.
"Kau akan mati! Dan aku akan menjadi permaisuri di kerajaan ini!" tawanya bak mak lampir.
"To..lo..ng..a..aku..ti..dak..bi..sa..be..re..nang.." mohon Fita dengan suara yang memilukan.
Ming Ming masih tertawa bahagia di atas penderitaan Fita hingga akhirnya gadis cantik nan menggemaskan itu tenggelam di dalam air.
"FITA?!"
Se Ta menyeburkan dirinya di dalam kolam. Dia melihat semuanya dari atas sana, dengan sekuat tenaga ia berlari ke arah pujaan hatinya tapi rupanya dia terlambat.
Su Ho juga ikut menyebur. Dia juga melihat Fita di hina dan dimaki Ming Ming tapi dia diam saja karena dia berpikir istri kecilnya akan melawan. Rupanya dugaannya salah besar. Dan sekarang dia merasa sangat menyesali tindakan bodohnya. Bodohnya lagi, ia baru ingat kalau Fita tidak bisa berenang.
Bersambung...