Part 16 -Milikku(2)-

656 Kata
Part 16 -Milikku (2)- Kebersamaan Fita dan Su Ho terusik karena ulah perempuan yang bernama Ming Ming kemarin itu. Saat sedang asiknya mengomeli Su Ho, Fita harus berhenti karena tak mood untuk melanjutkan omelannya melihat perempuan yang dicapnya murahan itu. "Aku membuatkan makanan kesukaanmu. Kau mau kan mencobanya? Aku sudah membuatnya dengan susah payah loh." Rajuk Ming Ming hingga Fita membuat gaya seakan-akan ingin muntah. Su Ho yang tidak memberikan respon sama sekali semakin membuat Ming Ming manyun. "Aku sudah memasak bebek peking ini dengan susah payah. Setidaknya hargai masakanku." Disodorkannya rantang makanan yang dibawanya ke Su Ho dengan sarat permohonan. Fita tersenyum miring dan merampas rantang makanan yang dibawa Ming Ming. "Bebek peking? Aku suka!" katanya riang. Bebek peking merupakan bebek yang khusus diternakkan untuk makanan ini. Bebek tersebut memiliki daging yang sangat khas karena selalu diberi makanan bergizi sebelum dipotong. Bebek tersebut sering disebut bebek isi karena diisi vitamin bebek oleh para peternaknya. Bebek yang dimasak adalah bebek muda sebab bebek tua cendrung memiliki daging yang lebih keras. Ok. Kembali ke topik! Ming Ming menatapnya tak suka. Dia kan masak untuk calon suaminya bukan untuk saingannya. Apalagi dia membuatnya dengan sangat susah payah. Fita membuka rantang yang dipegangnya, kemudian melepaskannya hingga isinya bertaburan ke lantai. "Ups, tanganku licin." katanya tanpa bersalah sedikit pun, semakin membuat Ming Ming meradang kesal dan marah. Belum sampai disitu, ia juga menginjak-injak makanan yang dimasak Ming Ming susah payah dengan kejam. "Lagipula, aku tidak yakin makanan ini layak dimakan. Bisa saja kan kau menaruh racun di dalam makanan itu!" sinis Fita dengan tangan yang terlipat di depan d**a. "Sudahlah, sayang. Tidak perlu meladeninya. Ayo kita kembali ke kamar." ajak Su Ho tak peduli dengan keberadaan perempuan yang mengejar-ngejarnya sejak kecil. Ia memakai kata 'sayang' hanya untuk membuat perempuan itu mundur. Fita menatap sinis Ming Ming sekilas dan menggandeng tangan Su Ho dengan mesra. "Aku ingatkan sekali lagi perempuan tidak tau malu. Jangan pernah dekati suamiku karena dia cuma milikku seorang! Milikku!" tekannya sebelum menyeret Su Ho pergi. "Jadi aku milikmu?" goda Su Ho setelah sekian lama mereka terdiam. "Ya. Kau kan peliharaanku." Su Ho yang awalnya senang seketika merasa kesal mendengar jawaban istrinya yang sangat menyakiti hatinya. Peliharaan istrinya bilang?! Hei! Dia seorang raja! Masa disamakan dengan hewan?! Untung istri! Kalau tidak sudah Su Ho bunuh. "Ka--" "Dengarkan aku baik-baik! Aku Fita yang cantik jelita bin imut tidak sudi memiliki suami yang memiliki istri lebih dari satu. Jika kau masih ingin menyandang gelar sebagai suamiku kau tidak boleh melanggarnya oke?!" Menyandang gelar? Haha! Lucu sekali kau Fita! "Jika kau melanggarnya dengan menikahi perempuan lain, maka aku juga akan mengangkat laki-laki lain sebagai suami keduaku, ketiga, keempat, atau yang kesekiannya. Mengerti?!" Setelah Fita pikir-pikir. Jika Su Ho mengangkat wanita lain sebagai selir, maka dia juga akan mencari suami yang banyak. Su Ho bergidik memikirkan Fita memiliki suami yang banyak. Apa yang akan terjadi dengan tubuh mungil istrinya? Oh my god! Dia tidak bisa membayangkannya. Dan satu hal yang pasti, dia tidak rela miliknya disentuh laki-laki lain. Dengan kuat, Su Ho mencubit pipi menggemaskan milik Fita. "Memilikimu saja sudah membuatku sangat kerepotan. Apalagi memiliki istri yang banyak. Hah! Aku tidak bisa membayangkannya. Dan jangan coba-coba untuk melirik pria lain selain diriku. Kau hanya milikku. Milikku seorang!" Fita melongo. Bukan karena arti dari ucapan Su Ho tapi karena kata panjang yang diucapkan sang suami. Amazing, sepertinya sebentar lagi dia akan berhasil meruntuhkan tembok tinggi tak kasat mata yang suaminya ciptakan. Su Ho menatap istrinya lembut. "Percayalah. Meski pun aku sering kesal dan marah karena tingkah nakalmu, aku tidak akan mencari wanita lain. Aku sudah bertekad sejak dulu bahwa aku hanya akan memiliki satu orang istri seumur hidupku. Satu orang istri sampai aku mati." Fita masih terdiam syok. "Kamu mau kan memulai semuanya dari awal bersamaku? Saling membuka hati satu sama lain? Saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing? Hidup bersama sama maut memisah?" Bersambung...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN