Bab Ekstra 1

1483 Kata

"Gila man, loe jadi presdir di perusahaan gede itu?" Angga yang baru datang, menggeleng tidak percaya. Saat ini kami sedang mengobrol di kafe tempat kami janjian.             Dua hari yang lalu setelah menerima semua hadiah dari Ayah, aku langsung pulang. Tentu saja ke rumah baru yang berdekatan dengan rumah pak Ganda. Untungnya aku dikasih alamat oleh pak Budi sebelumnya.             Dari luarnya saja sudah terlihat mewah, seperti istana. Istana ditengah kota, bayangkan saja rumah ini adalah salah satu rumah yang terluas dan termewah di perumahan elite. Disambut dengan gerbang tinggi nuansa biru tua, bangunan bercat biru langit didominasi warna putih, yang hanya mempunyai dua tingkat dengan dua tiang penyangga yang menjulang kokoh menahan kuat bangunan mewah itu. Aku terkagum melihat ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN