Gadis berkepang dua itu lagi? Kenapa gue ketemu terus sama dia? Apa dia jelmaan? gumam Gara yang meringis memegang ujung bibirnya. "Ambil!" ucap gadis itu. Merasa tidak ada respon, gadis itu kemudian berjongkok didepan Gara. Mata mereka bertemu namun tidak terlalu jelas karena situasi mereka yang memang di tempat gelap sudut dinding tembok club itu. Gara masih memandangi dia tanpa ekspresi dengan setengah kesadarannya yang belum pulih, nafas mereka terdengar saling bersahutan sampai akhirnya salah satu dari mereka membuka percakapan. "Bau," ucap gadis itu seraya menutup hidung. Gara langsung memalingkan wajah nya ke samping. Alya terkekeh melihat tingkah lelaki ini. "Buruan ambil, muka loe banyak darah gitu. Gak takut nanti ada vampir nyium bau darah loe?" tangannya ma

