Sehari sebelum kejadian, Gara yang saat itu kebetulan sedang berada di panti seusai pulang kuliah untuk menemui Ganda--Ayahnya. Dia tanpa sengaja mendengar percakapan bunda dan Rara. "Besok Rara akan pergi? Nyusul Rama ke Jakarta?" gumamku yang masih mendengarkan percakapan mereka. Sial! Aku belum sempat ngungkapin perasaanku, gumam Gara. Walaupun dia tahu gadis itu menyukai Rama. Tapi Gara tidak menyerah dengan rasa suka nya pada Rara. Dia masih memiliki harapan walaupun itu kemungkinannya kecil. Dan pada saat malam itu juga, sebelum Rara pergi menyusul Rama ke Jakarta, dia akan mencoba nya lagi. Jam menjunjukkan pukul sebelas malam, Gara tahu ini sudah sangat larut dan tidak wajar untuk seseorang menyatakan cinta. Tapi ia tidak punya kesempatan lagi sebelum malam in

