Bab 38

1149 Kata

Satu tamparan keras melayang ke pipi Gara. Begitu kerasnya sampai sudut bibir lelaki itu sobek dan berdarah. Gara sudah bisa menebak kalau Ganda--ayahnya sudah tahu kejadian semalam.    Merasa dirinya juga bersalah, Gara hanya bisa diam saat sang ayah mengomel, memaki memarahi anaknya. Sampai tamparan kedua mendarat tepat di pipi kirinya, tamparan yang begitu kuat sampai Gara terhuyung beberapa langkah ke belakang. Meringis menahan perih, menyentuh sudut bibirnya.    "ANAK KURANG AJAR!" Ganda berteriak, suaranya menggema memenuhi langit-langit ruangan.     Tidak akan ada orang yang mendengar, karena mereka bukan sedang berada di panti, tapi dirumah Ganda yang besar itu. Mereka hanya tinggal berdua tanpa ada pembantu.    Saat bangun dari tidur, setelah mendapat kabar dari seseorang yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN