Arnold terkekeh geli. Raja jahat itu lalu menggenggam tangan Beno yang memegang pedang. “Apa kau yakin, berada pada pihak yang benar?” pancingnya. Beno menatap Arnold bingung. Sang Cel Ales itu tak paham dengan maksud dari perkataan Arnold barusan. “Apa maksudmu?” tanya Beno. Kareen menatap Revano cemas. Sedangkan Duyuta menghilang entah ke mana. “Van…” tegur Kareen tertahan. Gadis berambut merah itu tak tahu harus melakukan apa. Perasaannya tak enak. Mereka tak tahu perangkap apa lagi yang akan digunakan oleh Arnold. Revano hanya diam, memperhatikan setiap gerak-gerik antara Beno dan Arnold. Raja dari Kerajaan Arash itu tak bisa menebak apa yang akan dilakukan oleh Arnold di saat ia terjepit seperti sekarang. “Cukup diam, dan pahami apa yang kutunjukkan padamu,” gumam Arnold pelan.

