Guzel sudah berada di mobil yang dikemudikan oleh Jay, tadi sampai d rumah Gea dia buru-buru mengganti bajunya dan membereskan semua barang-barangnya beruntung Jay dan Bams tidak menaruh curiga apapun padanya. Namun ada yang aneh, padahal waktu mau berangkat Guzel terlihat sangat senang dan saat pulang dia malah justru seperti orang sakit.
" Guzel, are you ok? tanya Bams melihat Guzel dari balik kaca
" hmmm cuma sedikit pusing " jawab Guzel dengan mata terpejam dan kepalanya bersandar di kursi
Tidak ada lagi percakapan antara mereka Guzel malah tidak sabar untuk cepat sampai mansion merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk dan berharap mimpi indah mampir kedalam tidurnya. Sesampainya di mansion tanpa menunggu di bukakan pintu oleh Bams, Guzel sudah nyelonong lebih dulu turun.
Karena sudah larut malam Guzel tidak mandi lagi, dia hanya membersihkan wajahnya saja dan mengganti pakaiannya dengan piyama agar tidur nya lebih nyaman. Baru saja hendak mematikan lampu ponsel Guzel berdering.
" siapa ya nelfon malam-malam gini " gumam Guzel sambil menggapai ponselnya di atas nakas
" ya hallo " sapa Guzel
" Guzel "
suara itu terdengar sangat lembut ditelinga Guzel, dia tersenyum karena tau siap pemilik suara indah itu
" mama "
"kamu belum tidur sayang"
" baru aja mau tidur, mama kenapa belum tidur inikan udah larut malam "
" mamaa kangen sama kamu "
Guzel tersenyum menatap foto mamanya yang dia tempel di dinding
" aku juga kangen banget sama mama "
" ini mama pakai ponsel siapa? "
" ponsel suster yang jaga malam disini "
" Guzel... "
" iya maaa "
" kamu jangan merepotkan Tuan Shawn ya nak "
Guzel tersenyum kecut karena nama balok es itu disebut
" enggak kok ma " sahutnya " nggak satu kali maksudnya " lirih Guzel
" Guzel...... "
Entah kenapa kali ini Guzel merasa sedih mendengar suara lembut mamanya takut kalau-kalau besok dia tidak bisa mendengar suara itu lagi.
" mama sayang banget sama kamu "
" aku juga sayang banget sama mama... mama cepat sembuh ya supaya kita bisa kumpul lagi.. enggak apa-apa hidup sederhana yang penting bisa tinggal sama mama " cairan bening itu menetes begitu saja di pipi Guzel
" kalau nanti mama udah nggak ada kamu harus tetap bahagia ya nak...
teruslah berjalan walau banyak nya halangan dan batu terjal yang akan menyulitkan langkahmu..
tetaplah tenang walaupun itu nggak mudah.
Mama juga sudah merasa tenang karena kamu sudah bersama orang yang tepat...
mama juga sangat yakin kalau Tuan Shawn bisa menjaga kamu dengan baik dan membuat kamu bahagia...
ingat ya nak, maafkan mereka yang sudah menyakiti kamu "
" mama tau selama ini kamu memendam rasa sakit dan trauma itu sendirian tanpa memberi tahu siapapun... maaf mama belum bisa jadi orang tua yang sempurna untuk kamu.. "
Guzel masih bisa mendengar dengan jelas suara mamanya yang lirih menahan tangis.
" mama ngomong apaan sih... mama mau tau, kalau mama itu adalah ibu yang sempurna buat aku... untuk rasa sakit yang aku rasain seiring berjalannya waktu pasti akan sembuh "
" udah ahhhh... mama jangan buat aku nangis tengah malem nanti dikira orang ada ninik Kunti di mansion " Guzel terkekeh disela isak tangisnya
"besok pulang sekolah aku jenguk mama kalau perlu nanti aku juga nginep disana nemenin mama " ucap Guzel menyeka airmatanya
" kamu bisa jenguk mama tapi nggak harus menginap disini, sayang. kan besok mama juga pulang "
" beneran besok mama pulang??? " ucapan Amanda tak urung membuat Guzel bahagia bukan main
" ok kalau gitu sekarang kita istirahat, besok aku sendiri yang jemput mama dirumah sakit " ujar Guzel antusias.
Sambungan terputus Guzel langsung mematikan lampu hanya menyisahkan lampu remang, dia tidak sabar menunggu hari esok untuk menjemput mamanya pulang dan mereka akan tinggal bersama lagi.
*******
Menjelang pagi Guzel masih meringkuk di atas kasur empuknya, padahal dering alarm sudah berbunyi dari tadi tapi tetap membuat nya tidak bergerak jangankan beranjak dari sana membuka mata saja rasanya begitu berat apalagi merasakan belaian lembut dari tangan seseorang, justru itu makin buat Guzel mengantuk.
" bangun gadis pemalas "
Guzel mendusel memeluk bantalnya enggan beranjak karena belaian lembut itu semakin membuatnya nyaman di tempat tidur
" Guzel... bangun nak!!! " perlahan Gadis itu membuka matanya walau masih terasa sangat berat
Dia terlonjak kaget hilang udah kantuknya melihat siapa yang ada di kamaranya duduk di tepi ranjang dengan senyum manis yang merekah di wajah ademnya.
" mama!!!!! " Guzel menghambur ke pelukan mamanya
" ya ampun mama kapan datang " Guzel mengurai pelukannya
" siapa yang jemput mama... kan tadi malam aku sudah bilang kalau nanti aku sendiri yang akan jemput mamak di rumah sakit " cecar Guzel
Amanda hanya tersenyum kecil melihat anak gadisnya cemberut kesal
" mama udah nggak sabar ketemu kamu mangkanya mama langsung datang kesini "
" ya ampun maaaaa " Guzel kembali memeluk mamanya, pelukan yang selalu dia rindukan " maaf ya mama malah pulang sendiri "
Amanda tersenyum masih menatap lekat wajah anak kesayangannya
" ya udah aku mandi dulu terus kita sarapan... udah lama kita nggak sarapan bareng "
" Guzel... mama nggak bisa lama-lama karena mama harus pergi, sayang " Amanda tersenyum tapi senyum itu menyiratkan kesakitan
" pergi? pergi kemana? tapi mama pulang kan " Guzel mengerenyit bingung
" kali ini mama harus pergi jauh... "
" nggak!!! mama nggak boleh pergi " cegah Guzel " kalau mama mau pergi aku ikut!! aku nggak mau tinggal sendirian "
" kamu nggak akan tinggal sendirian, sayang masih banyak orang-orang yang perduli dan sayang sama kamu "
" tapi aku mau nya mama " tolak Guzel keras
Amanda tersenyum kembali membelai lembut wajah anaknya untuk yang terakhir kalinya.
" mama harus pergi sayang, karena sudah ada yang menunggu mama "
" siapa " tanya Guzel cepat tapi Amanda tidak menjawabnya. Wanita itu perlahan beranjak meninggalkan Guzel yang berteriak memanggil dan berusaha mengejarnya.
" MAMAAAAAAA!!!! "
Guzel tersentak bangun dari mimpi panjangnya dengan deru nafas ngos-ngosan dan keringat yang membanjiri keningnya. Menatap ke sekeliling seperti mencari sesuatu.
" astagaa!!!! ternyata cuma mimpi " gumamnya berusaha mengatur nafas nya yang terasa berat.
" tapi kenapa kayak nyata banget ya " Guzel mengusap wajahnya kasar menormalkan detak jantung nya yang masih jedag jedug tidak karuan
drdddddrrrrrrtttttttt
Guzel langsung menyambar ponselnya yang berdering diatas nakas takut kalau ternyata pihak rumah sakit yang menelpon. Tapi ternyata nama Gea yang tertera di layar. Begitu tombol hijau digeser Guzel hampir mengupat kasar dan membanting ponselnya mendengar nyaringnya teriakkan Gea yang memekakkan telingan.
" GUZEL!!!! "
" teman nggak ada akhlak!!! sengaja mau buat telinga aku budek ya!!! " dengus Guzel
" HARI INI KITA ADA UJIAN MATEMATIKA!!! " sahut Gea di seberang sana
" what??????? "
Tidak banyak omong lagi Guzel langsung mematikan sambungan telepon dengan Gea, dia angsung lari ngacir mandi lalu bersiap kesekolah. Hingga dia juga lupa firasat aneh yang dia dapat pagi ini dan juga pesan mama nya tadi malam.