Guzel diam mematung kakinya terasa lemas tapi masih bisa menahan tubuhnya agar tidak luruh kelantai. Tatapan penuh kebencian itu seperti kembali mendorongnya ke masa dulu. Masa dimana fisik dan mentalnya di hajar habis-habisan tanpa ampun. Guzel kecil yang selalu dihina dan di pukuli oleh orang yang tak lain adalah keluarganya sendiri, ralat keluarga dari mendiang papanya karena mamanya sebatang kara.
" Guzel kamu kenapa? " gadis itu tersentak sorot matanya penuh ketakutan
" ngg- nggak a-apa-apa kok " jawab Guzel gugup
Melihat Guzel yang mulai terlihat aneh tak urung membuat Gea dan Merry khawatir mereka pun mendekat.
" Guzel " Guzel terkejut begitu tangan Gea menyentuh punggungnya
" jangan!!!!!!!! " Guzel menepis kasar tangan Gea
" heii it's me!! " seru Gea menatap lekat wajah Guzel yang ketakutan
" ma-maaf Ge!! aku nggak sengaja " ujar Guzel tanpa sadar sudah kasar pada Gea
" ini minum dulu " Merry memberi segelas air putih padanya, Guzel langsung meminumnya tanpa sisa dru nafas nya sampai ngos-ngosan
" Guzel ada apa? " tanya Rocy yang masih bingung karena Guzel bersikap aneh
Merry yang paham akan sesuatu langsung mengedarkan pandangannya menelisik setiap sudut ruangan dan yap!! Dia melihat seorang wanita paruh baya berdiri tak jauh dari kedua orang tua Rocy melihat tajam kearah mereka lebih tepatnya menatap Guzel.
" Gea!!! " panggil Merry pelan memberi isyarat pada temannya untuk menoleh kearah kiri.
Sama halnya dengan Merry, Gea juga kaget melihat keberadaan wanita itu. Dia adalah Yolanda, Oma Guzel. Mereka memang tidak pernah kenal dekat dengan wanita itu tapi sedikit banyaknya mereka berdua juga tau tentangnya.
" aku ke toilet dulu " Guzel buru-buru menyingkir meninggalkan Rocy yang masih dalam keadaan kebingungan. Tidak memberikan kesempatan Rocy untuk bertanya lagi Gea dan Merry pun menyusul Guzel.
Guzel lari terburu-buru tidak perduli Gea dan Merry yang terus memanggilnya. Sampai di toilet dia langsung mengunci pintu tidak memperbolehkan siapapun masuk. Tubuhnya gemeter meringkuk di sudut wastafel menutup kedua telinga dengan tangannya.
Amarah, teriakan, bentakan serta caci maki berdengung keras di telinganya. Gadis itu sampai menggigit bibirnya sendiri menahan tangis dan rasa sesak yang tak terkira didalam dadanya.
PLAKKK!!! suara tamparan terdengar keras
" Wanita jalang!!! "
" anak pembawa sial!! "
" anak tidak berguna!! "
" wanita Tidak tahu diri "
" gara-gara kamu dan mama kamu yang sialan itu keluarga kami berantakan!! "
" gara-gara kalian aku kehilangan anakku!!! "
Masih banyak lagi kata-kata kasar yang Guzel dan mamanya dapatkan dari keluarga mendiang papanya. Sesakit itulah hidupnya dan sang mama di istana keluarga Wijaya setelah kepergian papanya.
" jangan pukul lagi Oma!! sakit " rintih Guzel kecil
" ampun Oma!!! " tangisan Guzel kecil terdengar pilu
" kenapa bukan kamu saja yang mati bocah k*****t!! "
Guzel menangis terguguh menahan sesak yang menghimpitnya, trauma ini sungguh menyakiti dirinya tanpa siapapun yang tau termasuk mamanya sendiri.
" Guzel buka pintunya!!!! " teriak Gea dan Merry yang masih berdiri di luar
" Guzel pasti trauma, liat muka Oma nya aja dia sampai ketakutan gitu " lirih Merry yang mati-matian menahan agar tidak menangis
" pasti sakit banget "
" Merry, kalau dalam waktu sepuluh menit Guzel nggak keluar kita cari bantuan " ujar Gea yang masih menggedor pintu
" Guzel!!!!! keluar!!!! jangan takut ada kita disini " seru Merry yang nyaris menangis
Sedangkan di dalam sana Guzel menatap wajahnya di cermin dengan mata nanar entah apa salah dirinya dan juga mamanya hingga dibenci sedemikian rupa dan di asingkan oleh mereka. Semua peninggalan papanya di ambil hingga rumah yang memiliki banyak kenangan bersama papanya pun mereka rampas secara paksa tak ada satupun tersisa.
" Guzel buka pintunya!!! jangan buat kuat khawatir!!!! " pekik Gea di luar sana
Merasa sudah lebih baik, Guzel mengusap airmatanya yang kembali menetes dan dengan menghela nafas berat tangannya tergerak membuka pintu dan hal pertama yang dia lihat adalah kekhwatiran dari kedua sahabatnya.
" Guzel " Merry yang memang cengeng langsung memeluknya erat begitupun Gea.
" kamu nggak apa-apa kan? " tanya Merry yang sudah sesenggukan
" jangan buat kita khawatir lagi " lirih Gea
" hmmmm " mata Guzel kembali berkaca-kaca setidaknya dia masih punya kedua gadis ini setelah mamanya.
" kalau kamu udah nggak nyaman kita pulang aja " ajak Merry
" iya kita pulang aja ini juga udah jam sepuluh takutnya nanti bang Jay dan bang Bams curiga " sambung Gea
Guzel tidak menjawab tapi nurut dengan ajakan mereka, saat kembali ke ballroom Rocy yang melihat kedatangan Guzel langsung menghampirinya sejak tadi dia juga khawatir dengan keadaan gadis ini.
" Guzel " panggilnya pelan
" Rocy, kita pamit pulang dulu ya " ucapnya
" loh kenapa? acaranya kan belum selesai Kenapa kalian buru-buru pulang " tanya Rocy
" ini udah malam tadi kami pamit nya cuma sebentar " jawab Gea mewakili Guzel
" mau aku antar " tawar Rocy pada Guzel
" nggak usah aku kan pergi nya bareng mereka berdua jadi pulangnya bareng mereka berdua juga " sahut Guzel cepat. Ya kali itu orang antar dia pulang, yang ada Guzel beneran kena damprat Jay dan Bams! Sedangkan untuk pergi ke cara ini aja Guzel kan minggat.
" ya udah aku minta sopir untuk antar kalian ya!! aku nggak mau penolakan lagi!! " ucap Rocy yang langsung menghubungi sopirnya.
Mau tidak mau pun mereka bertiga menerima permintaan Rocy, Toh untung bagi mereka juga kan nggak keluar duit buat bayar ongkos lagi.
Rocy ikut mengantar ketiga gadis ini hingga pintu loby dimana mobilnya sudah terparkir di depan sana.
Rocy manahan tangan Guzel sebelum gadis itu masuk kedalam mobil sedangkan Gea dan Merry sudah lebih dulu.
" aku masih nunggu jawaban kamu " ucap Rocy
Guzel terdiam, dia tidak lupa apa yang dikatakan oleh lelaki ini tadi tapi karena ada sesuatu yang mengganggu pikirannya jadi dia tidak fokus pada kalimat Rocy.
" woy cepetan!!!!! sweet nya sisain buat besok di sekolah!!! " teriak Gea
Kedua insan itu tersenyum canggung karena guyonan Gea, Rocy melambaikan tangannya begitu Guzel masuk kedalam mobil dan perlahan mobilnya berjalan meninggalkan area hotel.