Birthday Party Rocy

1074 Kata
Tau apa yang Guzel lakukan agar bisa keluar dari mansion tanpa di curigai?? Gadis itu berkata pada Jay dan Bams kalau dia ada tugas kelompok dari sekolah dan itu akan di kerjakan di rumah Gea. Awalnya kedua bodyguard Shawn itu tidak percaya tapi bukan Guzel namanya kalau dia tidak berhasil keluar dari sangkar emas itu. Dia sengaja meminta pada kedua lelaki itu mengantarnya kerumah Gea dan menyuruh mereka untuk menunggu agar mereka berdua percaya. Tapi apa yang terjadi? Setelah sampai disana dan dengan segala macam cara ketiga gadis itu justru pergi melalui pintu belakang sangat tidak mungkin kalau mereka keluar lewat pintu depan karena Jay dan Bams disana. Begitu berhasil keluar ketiga gadis itu bersorak senang dan buru-buru memesan taxi online. " sumpah aku kayak culik anak gadis orang " Gea menghela nafas panjang setelah duduk di kursi penumpang " aku juga!!! baru kali ini keluar rumah kucing-kucingan gini " timpal Merry Guzel tidak menjawab, bohong kalau di tidak takut ketahuan karena dia tau kalau mata Shawn ada dimana-mana ini saja jantungnya sudah jumpalitan tidak tenang tapi demi bisa menghadiri party Rocy bersama kedua sahabatnya dia rela melakukan hal gila seperti ini. Dan semoga Shawn tidak tau, semoga saja! Setelah setengah jam melewati jalan raya ibukota yang gemerlap mereka pun sampai di salah satu hotel bintang lima. " oh wawwwww!!!! birthday party aja udah semewah ini apalagi kalau nanti acara nikahannya ya " Gea cekikikan membayangkan itu semua " dan semoga wanita beruntung itu adalah gue " gumam Merry " dalam mimpi mu!!! " sahut Gea ngakak Guzel masih berdiam diri menatap lekat bangunan mewah bertingkat itu, entah kenapa tiba-tiba rasanya sesak sekali di hati. Dia tidak tau kalau ternyata ulang tahun Rocy digelar di hotel ini. " Guzel " panggil Gea " kamu kenapa? " Guzel menggeleng dengan tersenyum kecut " ayo masuk nanti keburu acaranya mulai, nggak enak kalau kita datang tapi acaranya malah udah di pertengahan " Merry langsung menarik tangan Guzel Kedatangan Guzel dan kedua temannya langsung di sambut oleh yang punya acara, Rocy yang mengenakan kemeja hitam tersenyum senang melihat kedatangan Guzel karena jujur sejak tadi dia menunggu kedatangan gadis itu. " aku pikir kamu nggak akan datang " ucap Rocy dengan mata berbinar " ayo sebentar lagi acara akan di mulai " Rocy mengulurkan tangannya untuk menggandeng Guzel Gea dan Merry melotot melihat perlakuan manis Rocy, sedangkan Guzel tersenyum kikuk apalagi kini dirinya jadi sorotan setiap pasang mata. Sedikit ragu tapi Guzel menerima uluran tangan lelaki itu. " uhhh gemessssss " Gea dan Merry malah justru heboh sendiri kegirangan melihat adegan sweet itu Suara tepuk tangan bergemuruh di ballroom setelah lantunan lagu happy birthday dinyanyikan dan potongan kue pertama di berikan Rocy pada kedua orangtuanya dan sekarang tinggal potongan kue kedua masih ditangan Rocy yang entah akan di berikan pada siapa tapi tatapan mata lelaki itu sudah tertuju pada satu orang di depannya sana. " kok aku ngerasa kalau Rocy liat kearah aku ya " bisik Merry tersenyum centil " ngarep kamu!! " dengus Gea " biarin selagi janur kuning belum melengkung di rumah nya berarti masih hak milik bersama " sahut Merry masih tidak menyerah " berisik kalian berdua " tegur Guzel yang entah kenapa sejak di depan tadi tidak banyak bicara " eh eh eh dia jalan kesini girls " seru Merry yang hampir berteriak senang tapi Rocy justru melewati dirinya dan juga Gea " ini buat kamu " Rocy memberikan potongan kue itu pada Guzel dan tepukan tangan kembali terdengar begitu gadis itu menerima pemberian Rocy. " terimakasih " ucap Guzel gugup karena menjadi pusat perhatian mereka semua yang ada disana. Rocy ditarik oleh teman-temannya yang hendak mengajaknya foto bersama tapi sepasang mata Rocy masih terus menatap kearah Guzel yang tersenyum kecil padanya. " ya ampun tuh cewek sampe segitunya foto sama Rocy " gerutu Merry " aku haus mau cari minum dulu " ucap Guzel " aku ikut " Gea menyusul Guzel diikuti oleh Merry di belakangnya. Ketiga gadis itu duduk disalah satu sudut ruangan memilih untuk sedikit menepi dari hiruk pikuk nya para tamu undangan, karena bukan hanya teman sekolah mereka saja yang datang melainkan juga rekan bisnis orang tua Rocy juga ada di sana jadi wajar saja kalau acara ini terkesan sangat mewah. Dentingan piano terdengar syahdu banyak pasangan yang mulai berdansa di depan sana. " nasib jomblo cuma bisa gigit jari liatin mereka yang pada dansa " ucap Gea dengan bertopang dagu " semoga aja ada cowok ganteng yang ngajak aku dansa " lirih Merry yang juga ikut bertopang dagu " emang kamu bisa dansa? " tanya Gea " enggak " Guzel terkekeh mendengar jawaban Sahabatnya begitupun Gea Rocy kembali menghampiri Guzel di mejanya entah hal apa lagi yang akan Lelaki itu lakukan. " mau dansa? " Guzel tertegun mendengar ajakan Rocy " aaaakkkkhhhhh!!!! " Merry tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak berteriak sampai semua orang menoleh kearah mereka. Gea saja sampai menutup wajah dengan kedua tangannya karena malu jadi bahan tontonan sedangkan Guzel meringis sungkan. " ayo berdansa " ajak Rocy lagi, Guzel pun menerima ajakannya dari pada terus menjadi pusat perhatian orang-orang disana. Jangan tanya segugup apa Guzel sekarang berdekatan dengan Rocy seperti ini. Tangan Rocy memeluk pinggang ramping Guzel sedangkan tangan tangan gadis itu bertumpu pada pundak Rocy dan satu tangan mereka lagi saling bertautan bergerak mengikuti alunan musik yang mendayu. " kamu cantik banget malam ini " puji Rocy, dia tidak berbohong Guzel memang terlihat sangat cantik dengan dress maroon selutut yang membalut tubuh rampingnya. " jadi maksud kamu hari biasanya aku jelek? " Rocy terkekeh mendengar guyonan Guzel " kamu tetap cantik kok tapi malam ini kamu lebih terlihat sangat berbeda " sahut Rocy menatap lekat wajah Guzel yang di poles makeup tipis tapi terlihat elegan " Guzel " panggil Rocy pelan " hmmmm " " AKU SUKA SAMA KAMU " DEGH Wait ini telinga Guzel yang bermasalah atau Rocy yang tadinya salah makan? Guzel menghentikan gerakan kakinya kedua mata mereka saling beradu seperti saling bicara satu sama lain. " Guzel, aku suka sama kamu bahkan dari waktu pertama kita masuk SMU " Guzel tidak bisa berkata entah dia harus senang atau biasa saja. " aku nggak maksa kamu untuk jawab sekarang kamu bisa ambil waktu sepuasnya karena aku akan tetap tunggu jawaban kamu " Guzel masih setia dengan bungkamnya seperti tidak mendengarkan apapun yang di katakan oleh Rocy matanya justru tertuju pada satu orang di depan sana yang menatapnya tajam dengan sorot penuh kebencian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN