Serentak Guzel dan kedua sahabatnya menoleh kearah sumber suara, Guzel nyaris berteriak begitu melihat siapa yang tiba-tiba datang menghampiri mereka, Gea langsung merapikan rambutnya sedangkan Merry langsung pasang senyum paling manis. Dia adalah Rocy si cowok populer sang ketua osis pujaan para kaum hawa di sekolah. Wajahnya sangat tampan dan bila si cowok senyum, aduhhhhh bikin mabuk kepayang. Itu sih kata mereka yang menyanjung Rocy!
" hai Rocy! " mereka serentak melambaikan tangan pada sang idola
" aku boleh gabungkan? "
" ohh tentu dong apa sih yang nggak buat kamu " Gea langsung menggeser duduknya memberikan tempat pada Rocy
Rocy melempar senyum manisnya pada mereka bertiga dan itu membuat jantung mereka jedag jedug merasa tidak aman. Guzel melanjutkan makannya yang masih menyisahkan beberapa suap lagi, sedangkan Gea dan Merry justru menatap Rocy dengan penuh kagum.
" guys malam ini aku mau undang kalian untuk datang ke birthday party aku "
Guzel, Gea, dan Merry saling lempar pandang entah ini hanya bercanda atau memang rezeki untuk mereka karena mendapatkan undangan eksklusif langsung dari yang punya acara. Sebenarnya ketiga gadis itu sudah mendengar desas-desus kalau Rocy akan menggelar pesta ulangtahun nya yang ke tujuh belas di salah satu hotel berbintang di Jakarta.
" sssstttt aku nggak salah dengar kan " bisik Merry
" aku juga nggak budek kok, Rocy emang undang kita ke acara ulang tahunnya, gimana? " sahut Gea yang melempar pandang pada Guzel
Guzel tidak langsung menjawab dia masih berpikir bagaimana caranya keluar mansion tanpa harus bilang pada Shawn, karena dapat dia pastikan kalau balok es tahu maka jangan harap dia bisa keluar.
" Guzel!!! " panggilan lembut itu membuat Guzel tersentak
" ya... "
" kamu bisa datangkan? " tatapan hangat Rocy membuat Guzel salah tingkah dan itu terlihat sangat jelas
Gea dan Merry memberi isyarat agar Guzel mau menerima ajakan Rocy kapan lagi kan bisa gabung dengan anak-anak populer seperti dia.
" nanti aku pikir-pikir ya " jawaban Guzel membuat kedua sahabatnya mendelik namun lagi-lagi Rocy hanya tersenyum menatap Guzel.
Sadar akan tatapan Rocy yang berbeda pada Guzel membuat Gea berpikir sesuatu. Guzel sahabatnya juga merupakan siswi yang memiliki segudang prestasi di sekolah, tak jarang dia menjadi juara kelas dan juga pernah mendapatkan juara umum. Untuk parasnya saja Gea akui bahwa Guzel sangat cantik dengan rambut panjangnya yang bergelombang, alisnya yang tebal, bulu mata yang lentik, berkulit putih dan bersih terawat maka mustahil kalau Rocy tidak memliki ketertarikan pada sahabatnya itu. Gea tersenyum penuh arti.
" Aduhh sebentar ya guys aku ke toilet dulu " ujar Gea sambil beranjak dari duduknya
" Mer, ayo temenin ke toilet " ajak Gea langsung menarik tangan Merry tidak memberikan kesempatan gadis culun itu bertanya
" woy!!! aku bukan sapi jangan pakek di tarik!! lagian tumbenan banget sih ke toilet minta temenin " gerutu Merry tapi tidak di gubris oleh Gea
Guzel hanya memandang mereka gedek bisa-bisanya mereka meninggalkan dirinya berdua saja dengan Rocy, dalam hatinya Guzel berpikir mereka memang mau ke toilet atau memang sengaja meninggalkan dia bersama Rocy. Diam-diam justru malah Rocy yang bersyukur karena bisa dekat dengan gadis itu.
" nanti pulang sama siapa? "
"Ha? " Guzel terlihat lucu dengan raut wajah kaget nya
" kalau kamu pulang sendiri, nanti aku aja yang antar kamu " Fix itu bukan lagi pertanyaan tapi sebuah ajakan.
" emm aku di jemput sama sopir " jawab Guzel, ada sedikit rasa kecewa dan itu terlihat jelas dari wajah Rocy
" owh gitu " Rocy mengangguk paham tapi sepertinya dia tidak kehabisan cara untuk mengajak Guzel pulang bersama
" kapan-kapan kita pulang bareng yah " tawar lelaki itu penuh harap
" iya, tapi aku nggak janji " balas Guzel tersenyum kecil
" ya udah kalau gitu aku balik ke kelas dulu ya " pamit Rocy, Guzel hanya mengangguk Daan tersenyum
Seperginya Rocy, Gea dan Merry kembali menghampiri Guzel yang masih menikmati makanannya yang tingal sedikit.
" Rocy bilang apa? "
Guzel melirik Gea dan Merry sengit karena dia tau apa yang ada di otak sahabatnya itu alih-alih menjawab pertanyaan Gea, Guzel justru beranjak pergi setelah menghabiskan semua makanannya
" woy Maemunah!!!!!! " teriak Gea tapi tidak di perdulikan oleh yang punya nama
" aku yakin Rocy pasti juga punya perasaan sama Guzel " tebak Gea
" sok tau kamu!!!! " ucap Merry tidak yakin
" emang tadi kamu nggak liat cara Rocy tatap wajah Guzel kayak orang kesemsem gitu "
" enggak " geleng Merry, Gea mendengus pelan lalu beranjak mengejar Guzel meninggalkan Merry yang masih sibuk dengan pemikirannya sendiri.
Guzel sudah lebih dulu masuk kedalam kelas sedari tadi saat dia duduk berdua dengan Rocy ponselnya terus bergetar notif pesan masuk, senyum Guzel mengembang dari wajah cantiknya membaca pesan dari orang yang menurut nya menyebalkan tapi entah kenapa Guzel sangat menyukai wajah tampan itu.
" dih senyum sendiri, kesambet Ninik Kunti baru tau rasa!!! " Gea langsung duduk di samping Guzel yang.asih fokus pada ponselnya
" apaan sih berisik " dengus Guzel, jari jempolnya dengan cepat mengetik membalas pesan seseorang di seberang sana.
Balok Es: Aku akan ke Jepang siang ini
Me: jangan lupa bawa oleh-oleh ya hehe
Balok Es: Ogah
Me: Dasar pelit
Balok Es: emang
Me: Nyebelin
Balok Es: Bodo'
" kamu chatingan sama siapa? " Gea gedek karena dirinya tidak di gubris
" kepo banget sih " Guzel menyimpan lagi ponselnya setelah membalas pesan dari Shawn
" jadi gimana? " tanya Gea
" apanyaa??? " balas Guzel
" itu kucing tetangga aku mau lahiran tapi nggak tau rumah sakit bagus yang mana!!! " jawab Gea kesal, Guzel hanya terkekeh karena sudah berhasil membuat sahabatnya sewot
" amannn sih balok es ternyata siang ini mau berangkat ke jepang.. aku bisa keluar mansion tanpa dia tau " jawaban Guzel membuat Gea girang bukan main
" yeeeeeeeeeee welcome to party!!!! " seru Gea
" kalian berdua kenapa?? menang lotre??? " Merry yang sudah jauh ketinggalan hanya menatap Guzel dan Gea secara bergantian.