Dira dan teman-temannya menatap dengan takjub hasil ulangan matematika yang dipajang di muka kelas oleh guru matematika dengan sadis. Semua tak menyangka bahwa nama Dira akan tertera pada urutan paling atas dalam daftar nama itu dengan nilai mendekati sempurna, sebilan puluh delapan. “Curang! Padahal lo bolos terus!” Danu memproters dengan keras. Setelah acara Makar, ketua kelas tersebut menjadi cukup akrab dengan Dira. “Orang pintar mah bebas,” kata Dira sambil mengangkat bahu dengan sombong. Hanya Dio yang tahu bahwa Dira sering melampiaskan rasa frustrasinya dengan belajar matematika. Dengan melihat angka-angka Dira menjadi lebih rileks. Dia dapat melupakan masalahnya untuk sementara waktu. Bagi Dira, belajar matematika jauh lebih efektif untuk me
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


