29. Luka Hati

1516 Kata

Listya jadi bingung bagaimana cara ia mengajak suaminya berbicara, ketika Sandi pun tak mau menatapnya ataupun mengajaknya mengobrol barang satu katapun. Suasana di dalam mobil nampak begitu dingin karena Sandi lebih fokus mengemudikan mobilnya, tanpa mau menatapnya ke arah Listya seakan pemandangan di depan sana jauh lebih menarik daripada wajah istrinya sendiri. Padahal, kemarin-kemarin sebelum pertengkaran mereka tak begitu, Sandi pasti selalu menyempatkan diri mengajaknya mengobrol meskipun terkadang obrolan mereka cenderung begitu receh dan tidak penting. Kali ini, Listya merasakan rasa kehilangan itu, kehilangan sosok suaminya yang begitu hangat dan perhatian. Jujur, kini ia juga merindukan sikap overprotektif dan posesif Sandi. "Mas ...." Listya mencoba peruntungan memanggil Sandi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN