Rio menyandarkan tubuhnya di kursi mobil. Matanya melirik ke arah Diandra yang berkutat dengan ponselnya. Tapi Rio yakin istrinya itu nggak akan jauh jauh dari chat sama Mami Papinya. Mertuanya. Atau temen temenya. Paling banter juga main game. Nggak mungkin kalau istrinya itu selingkuh. Soalnya istrinya kan tipe setia. Rio percaya itu. Eh? Tapi kalau khilap gimana? "Yaaangg aku di cuekin?" Tanya Rio melas. Ini sih kayak di mobil sendirian. Mana hawanya hawa negatif lagi. Panas cuy. "Menurut Bapak?" Tanya balik Diandra menatap Rio jengah. Kenapa Ya Allah suaminya di takdirkan memiliki rupa setampan itu. Diandra kan kudu nyetok kesabaran berlapis lapis kalau udah jalan sama Rio. Ada aja biji cabe nggak tau diri yang nyamperin. Yang nempelin. Perih kan woy mata Diandra. Galak galak beg

