Rio terus saja menggenggam tangan Diandra sambil mendorong trolly. Mereka jadinya pergi sama sama setelah nitipin baby embuls sama Bu Diany. Untung aja Bu Diany nya nggak masalah.
Senyum di bibir Rio sama sekali tidak pudar semenjak berangkat dari rumah tadi. Efek jatuh cinta yang kesekian kalinya ini begitu dahsyat. Eh dia cuman jatuh cinta sama bini galaknya ini aja loh. Nggak ada yang lain.
"Nanti jadi kan beli satenya?" Tanya Diandra menyadarkan Rio kembali ke dunia nyata. Bukan dunia yang cuman di hiasi lope lope doang. Biasa kalau lagi jatuh cinta Rio suka halu sendiri.
"Terserah aja maunya Ibun gimana." Tangan Rio mengacak rambut Diandra gemas. Cantik banget sih istrinya.
"Maunya sih bakso di warung tendaan."
Wait!
Wait!
Korek kuping dulu si Rionya. Tadi minta apa? Sate kan? Kok jadi pindah haluan ke bakso. Emang rasa sate sama bakso sekarang udah sama? Hadeuhh istrinya tadi siang hanis nyemil micin atau gimana.
"Iya istrikuhh. Cintakuhh. My honey bany sweety!" Diandra tersenyum tulus. Gombalan Rio alay tapi bikin dag dig dug serr.
"Jangan gombal deh!" Mata Diandra melotot pada Rio yang santai itu. Rio hanya mengangkat satu alisnya dan mencium Diandra dari jarak jauh. Sampe merinding ini Diandra lihatnya. Sudah gila ini suaminya. Genit amat dah.
Saat Diandra memasukan beberapa biskuit kesukaan Mike. Tiba tiba Rio menarik narik bajunya. Diandra menoleh ogah ogahan. Pasti ada aja deh ulah sang suami habis ini.
"Ih Bun.. Bun.. snack nya berhadiah suparman ih. Aku mauuu!!!" Rengek Rio menunjuk rak bagian snack. Ada satu jenis snack yang memang berhadiah tokoh pahlawan disney itu.
Plaakk
"Yah! Pala aku di geplak lagi. Ini kepala loh Yang. Bukan samsak tinju!" Gerutu Rio menggosok kepalanya yang sebenarnya tidak sakit. Tapi ackting dikit lah biar di perhatiin.
"Suparman bapakmu! Superman itu." Diandra menggelengkan kepalanya.
Bukanya merasa bersalah. Rio malah cengar cengir dan menyambar dua bungkus lalu di peluknya. "Dua ya.. ya? Please lah Bun. Koleksi nih Bun." Bujuk Rio.
"Masukin!"
"Jangan di sini lah Bun. Rame ih malu banyak orang. Masak main masukin aja. Ntar kalau udah di kamar." Goda Rio membuat wajah Diandra memerah dan siap meledak. Maksudnya meledak pengen nampar itu muka Rio.
Tangan Diandra jadi gatal pingin melayangkan sepatunya ke wajah Rio yang menurut orang yang nggak kenal ganteng luar binasa. Coba kenal. Boro boro bilang ganteng. Lihat tingkah lakunya aja udah mual. Pengen muntah sekebon.
"Apaan?! Itu snack yang Kakak peluk tuh di masukin."
"Mata keluar loh nanti Yang. Hehe bercanda." Rio meletakan snacknya girang. Uyee!! Akhirnya lemari miniatur Rio terisi lagi.
Tangan Rio melingkar di pundak Diandra. Istrinya sedang sibuk memilih bahan bahan masakan yang akan di masak besok. Anehnya istrinya diam saja. Biasanya juga rangkul dikit langsung mencak mencak. Aneh juga istrinya ini. Di lempar Rio ke ranjang baru tahu.
"Kakak mau sayur apa? Udah lama nggak makan sayur kan?" Tanya Diandra lembut. Matanya menelusuri area sayur sayuran yang kelihatan seger itu. "Pare ya?"
"No! No! Aku nggak mau pare Yang. Kangkung aja deh mending." Diandra mengangguk dan memasukan dua ikat kangkung.
"Yang! Yang! Aku mau ini. Yaaangggg!!"
Plaakkkkk
"Aww Yang di tampol lagi!" Aduh Rio.
"Malu Kak di lihatin orang. Jangan teriak teriak emang ini supermarket mbahmu apa?"
"Mbahku udah meninggal Sayangkuh." Rio mundur waktu Diandra mengangkat tanganya siap siap nampol dia lagi. "Ayo ayo cintakuh belanja lagi." Kilah Rio merangkul pundak Diandra untuk menuju kasir.
"Es kriiiimmmmm!!!" Teriak Rio berlari ke box es krim yang ada di pojokan. Di belakang Diandra menundukan kepalanya kepada orang orang yang melihatnya. Mulutnya tanpa bersuara mengatakan. Maafin suami saya.
Dengan geram Diandra mendorong trollynya cepat menuju kasir. Meninggalkan suaminya yang mengambil es kirim.
Diandra melirik Rio yang di kerubuti beberapa remaja keturunan biji cabe super pedes. Rahang Diandra mengetat. Memang ya bapak bapak sok kegantengan itu. Awas aja. Geram Diandra.
"Eh Mbak belanjaanya." Panggil Sang kasir yang di tinggalin Diandra. Diandra masa bodoh. Di tatapnya Rio yang asik mengobrol dengan para biji cabe.
"Sayang anak anakmu nangis di rumah. Ayo pulang." Desis Diandra lembut. Namun penuh ancaman di telinga Rio.
Para gadis biji cabe itu menatap Diandra bingung. Dan menatap Rio kecewa. Aishh kirain para biji cabe. Rio masih jomblo. Eh udah ada mak lampirnya. Akhirnya mereka bubaran. Tapi sebelumnya mengerling genit ke arah Rio.
Tangan Diandra sudah terkepal keras. Ini wajah suaminya apa musti dia tutupin kresek ya?
"Eh Yaangg!! Aku mau di bawa kemana?" Histeris Rio saat Diandra menyeretnya ke depan kasir. Diandra diam tidak menyahut. Aksi mereka di saksikan oleh pengunjung supermarket. Lumayan dapat pilem Korea geratis.
"Minta keresek Mbak!" Ucap Diandra kepada petugas kasir yang melongo. Lalu memberikan kantong kresek berwarna hitam ke pada Diandra.
Perasaan Rio jadi nggak enak. Dia menatap Diandra takut. "Yang kamu mau apain aku?"
"Mau bungkus kepala Kak Rio pakek kresek biar nggak ada yang godain!"
"AAAAAAA TIDAAAKKK!!!!"
****