Sahur

420 Kata

"Mah... nggak mau sahur. Nggak nafsu Mamah aja yang makan semua." Rengek Rio menatap makanan di depanya malas. Rasanya selera makanya menguap kalau di jam jam sepagi ini.  "Sahur Pah!" Diandra tetap mengambil piring Rio dan mengambilkan lauk. Mengabaikan Rio yang terus merengek. "Kalo nggak nafsu gimana sih Mah. Pokonya nggak mau." Ucap Rio menjauhkan piringnya.  "Kalau nggak mau sahur. Mama males buka puasa sama Papah."  Yah... yah... ngambek. Rio menyeggol pundak Diandra dengan bahunya. Gemes banget kalau lagi ngambek gini. Tapi gimana dong Rio udah terlanjur males. "Males Mahh perut sama mulut Papah nggak enak. Papah sariwawan. Nih.. nih.." Rio menarik bibirnya dan menunjukan satu sariawan di bibirnya. Perih kalau kena makanan. Mana makananya pedes semua lagi. Bisa kebakaran mulut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN