Setelah makan bubur dan minum obat, aku tidak berhenti mengelus perutku. Rasanya menyenangkan dan akhir-akhir ini aku jadi lebih sering melakukan ini jika sedang sendirian. Sudah dua jam sejak Kuroda-san membawa mangkuk bubur yang tak habis kumakan, harusnya juga aku kembali tidur, tapi aku sama sekali tidak ingin memejamkan mata. Dari kamarku, aku bisa melihat mobil Kuroda-san masih terparkir di sana. Karena mobilnya masih terparkir di sana, aku yakin kalau Kuroda-san juga masih ada di sini, entah dia sedang mengobrol dengan ayahku atau sudah tidur di kamar sebelah. Entahlah, tapi yang jelas ... sejak Kuroda-san ada di rumah ini lagi, aku merasa labih baik. Aku melihat ponselku yang sejak kemarin kuletakkan di atas meja belajar, tepat di atas keyboard komputer. K

