Aku mengusap wajahku kasar saat sadar kalau ini sudah hampir tengah malam dan aku belum beranjak sama sekali dari tempatku duduk. Aku seperti orang bodoh yang tidak punya kehidupan lain di luar kerja dan kerja. Atau, aku memang tidak punya kehidupan selain ini? "Harusnya aku cari pacar atau kegiatan lain yang tidak berhubungan dengan pekerjaan...." Gumamku, sambil sekali lagi mengusap wajahku. Ini sudah beberapa waktu setelah aku meninggalkan inspektur Oogaki, Inou, suaminya juga bocah ceroboh itu di tempat yang aku sama sekali tidak tahu. Waktu itu, saat aku kembali dari sana, aku diantar oleh travel yang mengantar kami ke sana, Inoue bilang kalau aku tidak naik itu maka aku akan kesulitan mendapatkan kendaraan karena tempat itu memang cukup terpencil dan jarang sekali ada kendaraan l

