"Kau tahu dia sedang mengandung! Jadi berhenti menjejali dia dengan pekerjaan berat di lapangan mulai dari sekarang!" "Apa?" "Apa? Kau tanya apa? Apa maksudmu dengan apa? Feromon kalian sudah tercampur dan kau masih berlagak seperti orang bodoh!" Inoue memukul bahuku seperti sedang memukul seekor kecoak. "Jangan pikir kalau aku tidak tahu kalian sudah terikat!" Aku tidak menjawab ocehan Inoue dan terus menatap Iharasi yang masih tertidur di atas satu dari dua Brankar yang ada di sana. Sebenarnya bahuku cukup sakit saat Inoue memukulnya sangat keras tadi, tapi rasa sakit itu teralihkan saat mataku tertuju lekat pada perut datar Iharasi yang terbalut kemeja. Aku sama sekali tidak pernah berpikir kalau apa yang kulakukan padanya akan berakhir seperti ini. Tidak! Bukan berarti aku tidak s

