“Kuroda-san ....” panggilku sambil menahannya dengan menarik ujung jas yang dia pakai. Dia melihatku dengan wajah yang sama. Wajah dingin yang selalu dia pasang setiap hari. “Kenapa?” “Maaf karena aku belum bisa mengurus kalian dengan benar ....”Mengurusku? kenapa kau harus minta maaf karena tidak mengurusku?” Aku tidak bisa menjawab ucapan itu, jadi ... aku hanya menunduk dan tidak bisa berkata apa pun. Aku benar-benar malu pada diriku sendiri, karena waktu kami mau pulang kemari, ibu menawarkanku untuk merawat Yuki dan membiarkan kami menikmati masa kami berdua atau aku bisa kembali bekerja di kesatuan, tapi kena yakin Kuroda-san tidak akan mengizinkan Yuki ditinggalkan di sana jadi aku terus memaksa untuk membawa Yuki bersama kami. Kuroda-san sudah sangat dekat dengan anaknya, ba

