Emmm..
Ifa membuka mata indahnya, dengan perlahan. dia menatap langit-langit kamar yang jauh sangat berbeda dengan langit-langit kamarnya yang ada di Mansion El.
Ifa menggosok-gosok kedua matanya, dengan harapan kalau dia hanya salah lihat atau masih belum sepenuhnya bangun.
Setelah Ifa menggosok matanya, dia tetap saja melihat langit-langit kamar yang masih berbeda, jauh lebih mewah, megah dan juga sangat indah.
"Apa aku masuk syurga??" lirih Ifa dengan sangat konyolnya
Pria yang ada disampingnya mendengus, mendengar apa yang dikatakan Ifa, bagaimana bisa perempuan cantik yang ada disampingnya, mengatakan sesuatu yang sangat konyol.
"Iyah, syurga bagi ku" sahut El dengan berbisik ditelinga Ifa
Ifa, diam membeku mendengar sesuatu ditelinganya, dia juga merasakan sesuatu yang aneh didalam dirinya saat, El berbisik dan meniup telinganya.
Seketika Ifa merasa sangat merinding, mendengar bisikan El. sedangkan El, dia semakin iseng dengan Ifa, yang tidak menyahut atau menoleh ke arahnya.
"Kenapa!!!, kamu lupa dengan apa yang kita lakukan?? sesuatu yang membuat ku melayang" ucap El lagi ditelinga Ifa
Deg..
Jantung Ifa seolah berhenti berdetak, dia tidak paham dengan apa yang dikatakan seseorang yang ada disampingnya. kini, dia baru sadar, kalau ada seseorang disamping nya.
Ifa menoleh ke arah El dengan sangat pelan. dia sangat terkejut melihat pria yang sangat-sangat menyebalkan ada disampingnya dengan menatapnya, dengan tatapan menggoda.
Ifa, kembali menatap langit-langit kamar El, dia tidak percaya kalau dia bersama dengan El saat ini. Ifa yang ingin memastikan kalau dia tidak salah lihat, dia kembali menoleh ke samping, dimana El berada.
Ahhh..
Jlepp
Brukk..
Shee..
Tepat saat dia menoleh, Ifa kembali melihat El berada disampingnya. Ifa reflek langsung saja menendang El, sampai El terjatuh dari ranjang miliknya.
El mengusap punggungnya perlahan, dia merasa punggungnya seperti patah. El, bangun dari lantai dingin kamarnya dengan memegang punggungnya.
"Kamu!!" kesal El dengan duduk ditepi ranjang kamarnya
"Kamu, kamu apa??" tanya Ifa
"Ngapain anda datang ke kamar saya??" tanya Ifa belum juga sadar, kalau dia ada didalam kamar El sejak pagi hingga siang bolong
Ifa pingsan sejak pagi kini baru sadar diwaktu yang sudah siang, entah tidur atau pingsan El tidak paham, yang jelas saat El meninggalkan Ifa ke kantor pagi tadi, sampai dia memutuskan pulang setelah meeting, baru sekarang Ifa bangun.
El, menatap Ifa dengan menaikan satu alisnya. dia merasa kalau Ifa tidak mengingat kejadian tadi pagi. El yang belum sepenuhnya kapok, dia kembali mengerjai Ifa.
"Kamu, lupa sudah naik keatas ku dengan mendesah" ucap El dengan segala kebohongannya.
Hah??
Ifa ternganga mendengar apa yang dikatakan El. kapan dia naik ke tubuh kekar dan indah milik El. Ifa tidak mengingat sama sekali kejadian yang dikatakan El.
"Saya naik ke atas anda??" tanya Ifa dengan menunjuk dirinya dan menunjuk El bergantian. Ifa sangat tidak percaya dengan apa yang dikatakan El baru saja.
"Iyah, kamu terlihat sangat emmm!!" sahut El, dengan memperlihatkan raut wajah mesumnya.
"Tanda lahir yang kamu miliki tidak akan perna aku lupa kan" lanjut El dengan ngasal.
Deg..
Ifa langsung saja menutup dadanya dengan kedua tangannya, dia tidak menyangka kalau El akan tau tanda lahir yang ada dipunggungnya.
Ifa, menarik selimut tebal yang sangat wangi khas pria matang dan kaya, dia menutupi dirinya dengan selimut El. Ifa merasa tidak cukup menutupi dadanya hanya dengan kedua tangannya saja.
"A-a-anda, membuka baju saya??" tanya Ifa dengan menunduk malu.
Apa yang dikatakan El memang benar adanya, kalau Ifa punya tanda lahir alami dipunggungnya, berbentuk naga. padahal El hanya mengarang saja.
Ternyata karangan El membawa keberuntungan tersendiri untuk El. El melihat reaksi Ifa yang tidak biasa, membuat El, bertanya-tanya, apa karangannya memang benar adanya.
"Tidak!!" sahut El memancing Ifa mengatakan apa yang ada dipikirannya.
"Kalau tidak, mana mungkin anda tau! saya punya tanda lahir dipunggung" tanya Ifa dengan nada jengkel, kesal, marah dengan pria yang duduk ditepi ranjangnya.
"Kan, aku sudah katakan!! kamu, yang menaiki ku" sahut El dengan senyum miring
"Anda berbohong" ketus Ifa tidak percaya dengan segala bualan El.
"Lalu, katakan pada ku!! kenapa aku bisa tau kalau kamu punya tanda lahir dipunggung kamu" tanya El dengan menaik turunkan kedua alisnya, menggoda Ifa.
Gemm..
Ifa berdahem mendengar pertanyaan El. Ifa tidak merasa apa yang dikatakan El, tapi kenapa El bisa tau tanda lahirnya. Ifa mulai berpikir kalau dia tanpa sadar sudah menodai El saat dia belum bangun.
Ifa terdiam cukup lama tidak langsung menjawab pertanyaan El. dia mencari jawaban yang pas untuk dia mengelak kalau dia tidak perna melakukan apa yang El katakan.
"Kamu, mencoba mengingat kejadian dimana kamu terus merayu ku, menjadikan aku bahan pemuas kamu??" El semakin menjadi menggoda Ifa.
Ifa mendongak dengan melotot mendengar apa yang dikatakan El, bagaimana bisa pria yang ada didepannya, tidak punya urat malu saat mengatakan hal frontal.
"Anda, tidak punya urat malu" ucap Ifa dengan lelah
"Urat malu ku sudah putus, saat kamu menodai ku" sahut El semakin mengarang cerita.
"An-anda pembohong" ketus Ifa
"Benar kah aku berbohong?? lalu, bagaimana, kamu bisa ada didalam kamar ku, menggunakan bantal, selimut ku, dan yah kamu datang kesini sendirian, tanpa aku undang" sahut El panjang lebar.
Saat bersama dengan Ifa, pria yang biasanya sangat irit bicara kini menjadi sangat banyak bicara, bahkan El sangat usil, jahil dengan Ifa.
Perempuan yang masih sangat baru dia kenal beberapa hari, tapi sudah mampu membuat El merasa berwarna saat dekat dengannya.
Ada ketertarikan sediri saat bersama dengan Ifa. ada sesuatu yang membuat hatinya yang selama ini membeku menjadi es, kini meleleh begitu saja.
Sedangkan Ifa, dia sangat jauh berbeda dengan El, dia sangat menganggap pria yang ada didepannya, pria yang sangat menyebalkan.
Pria yang sangat menjengkelkan, tidak ada tanda kalau Ifa menyukai pria yang ada didepannya, berbeda dengan El yang sudah tertarik, terperosok ke dalam pesona dan tingkah Ifa.
"Kamu, sangat indah! tubuh indah mu membuat ku sulit melupakannya" ucap El
"Tu-tuan!! anda m***m!!" pekik Ifa dengan membuang selimut El dengan sembarangan, dia turun dari ranjang El dengan buru-buru.
Ifa berlari ke arah pintu dengan terbirit-b***t. Ifa keluar kamar dengan sangat kesal dengan El. "Dasar pria m***m" kesal Ifa didepan pintu kamar El
Sedangkan El yang masih ada didalam kamar, dia tersenyum melihat tingkah Ifa yang sangat menggemaskan. "Kamu, perempuan pertama yang bisa tidur diranjang ku" lirih El dengan mengambil selimut yang tadi dikenakan Ifa.
El, merapihkan kamarnya dengan sangat telaten, dia tidak marah saat Ifa mengacak-acak kamarnya. dia malah merasa lucu dengan tingkah polos Ifa.