Brukk
"Astaga!! tua bangka sialan" ucap Ifa setelah dia mendudukkan dirinya ditepi ranjang dengan sangat kasar, didalam kamarnya.
Ifa, memegang kedua pipinya yang terasa sangat panas mendengar setiap bualan yang El katakan. untuk, pertama kalinya Ifa dibuat mati kutu pria, yang sangat menyebalkan.
Selama dia hidup tidak ada pria yang mendekatinya secara intens seperti El. bahkan El selalu saja mengatakan hal frontal yang membuat kedua pipi sampai ke telinga Ifa terasa sangat panas.
Ifa, mengingat apa yang sudah El katakan saat ada didalam kamarnya. Ifa merasa sangat kesal dengan El saat ini. andai, dia tidak terikat karena Mobil milik El penyok, Ifa sudah memukul, menendang, menjambak, bahkan mengigitnya sampai mampus.
Ahhhh..
Pekik Ifa saat kedua pipinya semakin terasa sangat panas, bahkan bulu-bulunya merasa merinding, meremang, Ifa bergidik ngeri saat terus mengingatnya.
"Sialan!!" maki Ifa dengan berteriak dengan sangat kencang, dia melampiaskan kekesalannya yang tidak bisa langsung dia lampiaskan pada El.
"Pria tua, sialan!!" kesal Ifa
"Ya Tuhan!! kenapa aku harus terjebak dengan pria gila macam dia!!" keluh Ifa dengan merebahkan tubuhnya ke atas ranjang dengan dengan merentangkan kedua tangannya.
Ifa, menatap langit-langit kamarnya dengan pikiran yang kembali melayang dimana dia melihat perut kotak-kotak El yang sangat sempurna.
Tetesan air dari rambut membasahi tubuh kekar El, membuat perempuan mana saja akan meneteskan air liurnya, termasuk Ifa. bohong kalau Ifa tidak merasa beruntung sudah bisa memegang perut El, meskipun tidak sengaja.
"Ahh, ternyata perutnya sangat keras!! sangat menggoda!! Astaga, aku tidak perna melihat yang begituan" lirih Ifa dengan terus mengingat perut El, tanpa Ifa sadari.
Sampai Ifa juga mengingat dimana dia tidak sengaja menyenggol handuk El sampai handuk yang dikenakan merosot dengan tanpa perlawanan.
Ifa juga sangat jelas bagaimana bentukan senjata api yang sangat panjang, kekar, berurat dan sangat tegang, tidak ada noda atau rumput liar yang tumbuh, sangat bersih ujung senjata pink-pink menggoda.
Ifa, kembali memegang kedua pipinya yang terasa sangat panas, bahkan kepalanya sampai nyut-nyutan, tanpa dia sadari dia mengeluarkan darah dari dua lobang hidungnya.
Meskipun begitu Ifa masih saja memuji tubuh kekar, memuji senjata api yang memang sangat-sangat sempurna. "Astaga!! pemandangan indah yang mana!! yang bisa didustakan" lirih Ifa dengan mengusap darah yang keluar.
Bohong kalau para ciwi-ciwi tidak akan mimisan, tidak akan terbayang-bayang bentuk tubuh kekar dan menggoda milik El, setelah melihatnya.
Ifa juga perempuan normal yang suka dengan pemandangan yang indah, dia juga tidak ingin menyia-nyiakan tapi dia malu dan gengsi untuk melihatnya. apalagi mengakui keindahan yang dia lihat, dengan dua biji bola mata nya langsung.
Bukan hanya itu yang membuat Ifa merasa malu dia kenapa harus jatuh pingsan saat dia melihat senjata api yang banyak disukai banyak perempuan.
"Ah, memalukan sekali" lirih Ifa saat setelah dia tidak mengingat apapun setelah melihat senjata api aset berharga El.
Kini Ifa mengingat setelah dia melihat senjata api milik El, dia tidak ingat apapun, tiba-tiba dia bangun diranjang El bersama dengan El yang menatap nya dengan tatapan hangat.
"Tubuhnya kekar, hidung mancung, kulit putih mulus, perut kotak-kotak, bahkan Ah!! anu nya pun sangat menggoda!! hahaha" puji Ifa tanpa dia sadari.
Ifa sangat terpesona dengan tubuh El, sedangkan El dia terpesona dengan kecantikan Ifa. menurut El, Ifa sangat berbeda dari perempuan yang perna mendekatinya.
Sangat jauh dari perempuan-perempuan yang perna Orang tuanya kirim ke Mansionnya. tidak ada satu perempuan pun yang mampu menarik perhatian El, meskipun yang mencari El sangat cantik.
Berbagai kalangan yang datang karena permintaan Orang tua El. ada yang dari kalangan artis, model, pebisnis, ada yang juga anak teman orang tua El.
Tidak ada yang mampu menggerakkan perasaan El, seperti saat dia pertama kali bertemu dengan Ifa. tatapan mata indahnya membuat El langsung terpesona untuk kedua kalinya setelah dia melihat wajah cantik Ifa dari spion Mobil miliknya.
Entah, takdir Tuhan mempertemukan dia dengan Ifa atau memang tidak sengaja, tapi tepat saat El melihat wajah cantik Ifa, tidak lama Ifa terserempet motor lain, seperti sangat direncanakan.
Direncanakan Tuhan yang ingin Ifa terjerat, terjebak dengan El. pria dingin, arogan dan sangat songong, yang kini malah menjadi sangat konyol, m***m, saat bersama dengan Ifa.
Ifa dengan El sama-sama saling memikirkan, hanya saja pemikirannya sangat jauh berbeda. jika Ifa membayangkan tubuh indah El yang sudah dia lihat tanpa sengaja, maka El membayangkan mata dan wajah cantik Ifa.
El terus terperosok dan terus ingin tau tentang Ifa, bahkan dia sudah meminta Ar untuk menyelidiki dan mencari tau siapa Ifa sebenarnya.
Siapa sosok yang sudah mampu membuat seorang Elang Erlangga tergila-gila hanya satu kali lihat dan sekali bertemu dan kini malah El menjebak Ifa.
Siapa yang tidak terpesona dengan Ifa, dulu saat dia masih dikampus banyak yang menyukainya, hanya saja teman pria Ifa insecure dengan Ifa.
Ifa yang hanya mengandalkan beasiswa saja bisa lulus terlebih dulu dibandingkan anak-anak orang kaya yang mengeluarkan banyak biaya untuk masuk ke Dokteran.
Ifa juga sangat pintar, bahkan yang bukan bidangnya saja Ifa mampu untuk mengerjakan nya. Ifa sering kali mengharumkan nama kampus tempat dia menimbah ilmu, sampai dia lulus dengan gelar Dokter.
Eh malah kini menjadi Asisten pribadi yang merangkap menjadi istri Elang Erlangga. padahal Ifa ingin menjadi dokter terkenal dan sangat kaya.
Ternyata dunia mempermainkannya dengan mempertemukan Ifa dengan Ketua Mafia yang kini terus saja membuat Ifa merasa kesal, m***m, dan juga terkadang tertawa seperti saat ini.
Ifa tidak bangun dari posisi nyamannya saat ini, dia terus membayangkan, mengingat apa yang El katakan dan lakukan.
Ifa, juga bertanya-tanya apa dia sudah melakukannya dengan El, sampai El tau kalau dia punya tanda lahir dipunggungnya. "Hahaha!! masak iyah, aku sudah merayu sih tua bangka" batin Ifa dengan terkekeh
"Kalau aku di ahuk-ahuk, ah sayang saat aku pingsan" lirih Ifa mulai m***m tertular El
"Astaga!! apa yang aku pikirkan" ucap Ifa dengan menggelengkan kepalanya dengan pelan.
Ifa merasa dirinya gila sudah menyayangkan dia sudah di ahuk-ahuk El tanpa dia sadari. "Ah, apa aku sudah jebol??" batin Ifa yang memang tidak perna melakukan hubungan dengan pria mana pun, dia masih sangat polos.
Namun sayang kepolosannya sudah dicemari El dengan segala kemesumannya, membuat Ifa kini terus membayangkan, bertanya-tanya soal dirinya.
Tapi dia juga merasa senang saat mengingat tubuh kekar El. andai dia bisa merasakan ahuk-ahuk saat bersama dengan El.
"Ah sudah lah malas aku jadinya, sama sih tua bangka" lirih Ifa dengan menengkurpkan tubuhnya dengan memeluk guling yang tadi ada disampingnya. dengan masih senyum-senyum mengingat 8 roti sobek