El, menoleh ke arah belakang, samping kanan kiri, tidak menemukan sosok yang sejak kemarin tidak dia temui di Mansion. El, merasa kalau perempuan yang dia cari tengah menghindarinya.
El, memanggil pelayan yang tengah menuangkan minum ke gelas yang ada disamping Ar. pelayan mendekati Majikannya yang tampak kaku dan sangat dingin, begitu sangat menakutkan menurut pelayan.
"Apa anda perlu sesuatu Tuan??" tanya pelayan dengan menunduk
"Dimana perempuan yang aku bawa ke Mansion" sahut El dengan pelan
"Ampun, Tuan!! saya, baru saja masuk ke Mansion setelah sakit beberapa hari, tidak tau siapa yang anda bawa ke Mansion" sahut pelayan yang memang tidak tau, siapa yang El bawa, siapa yang dicari Tuan nya.
"Panggilkan aku teman mu yang lain" sahut El dengan memberikan kode untuk meninggalkannya.
El, tidak tenang sebelum dia melihat perempuan yang sudah membuatnya, mabuk dalam segala pesona nya. meskipun Ifa tidak perna tebar pesona. tapi El dia sangat terpesona dengan tingkah lucu, polos, lugu dan apa adanya Ifa.
Sejak keluar dari dalam kamar El. El tidak lagi bertemu dengan Ifa, sedangkan Ifa memang dengan sengaja menghindari El yang sudah membuatnya malu.
Ifa, merasa malu. karena tidak sengaja menyentuh, melihat sesuatu yang harusnya tidak dia lihat dan dia sentuh. Ifa, tidak tau harus bagaimana saat bertemu dengan El.
Apalagi, terakhir kali Ifa mendengar kata frontal El. belum lagi Ifa belum menemukan jawaban yang pas untuk dirinya, bagaimana bisa El tau kalau dia punya tanda lahir dipunggungnya.
Itu lah sebabnya, Ifa semalam tidak menemui El. Ifa, menyiapkan baju El, sebelum El kembali masuk ke dalam kamarnya. Ifa masuk ke dalam kamar El, saat dia ada diruang kerjanya bersama dengan anak buah nya, entah apa yang El bahas sampai keluar dijam yang melebihi makan malam.
El, merasa heran dengan Ifa yang tidak menyiapkan baju untuknya, tapi dia saat masuk ke dalam walk in closet melihat baju diatas lemari khusus jam.
El mengira kalau Ifa tidak menyiapkan keperluannya semalam, namun dugaan nya salah. Ifa menyiapkan nya, hanya saja El tidak bertemu dengan Ifa didalam kamarnya.
Dan saat makan malam, Ifa juga setelah memasak untuk El, dia langsung kembali ke kamarnya. Ifa akan kembali turun untuk makan malam setelah El kembali naik ke dalam kamarnya.
Dan pagi ini, Ifa mengendap-endap masuk ke dalam kamar El, saat El ada didalam kamar mandi. bahkan setelah memasak Ifa langsung saja pergi ketaman belakang untuk membantu tukang kebun yang tengah merawat tanaman El yang sangat banyak.
Ifa sejak semalam memang dengan sengaja menghindari pria yang notabene adalah bosnya sendiri. Ifa, tidak bisa terus menerus bertemu dengan El, yang akan membuatnya baper.
Ifa tidak tau saja kalau El merasa dia menghindarinya. El, tampak sangat kesal, belum melihat wajah cantik yang terus mengganggu pikirannya, sejak semalam.
Kini, El tengah menunggu pelayan yang dia panggil untuk menayangkan dimana Ifa berada. El, sangat tidak sabar menunggu, dia ingin segera tau dimana perempuan pujaan hatinya.
El, beranjak dari duduknya. dia tidak memakan sarapan atau meminum s**u yang sudah Ifa siapkan untuknya. tepat, saat dia beranjak, pelayan lain datang menemui El.
"Tuan, apa ada yang bisa saya bantu??" tanya pelayan dengan menunduk
Ar yang belum tau nama Ifa, dia menanyakan perempuan yang dia bawa, pada pelayan yang ada didepannya. "Dimana dia??" tanya El ambigu
"Siapa Tuan" sahut pelayan
Hemmss..
Ar mendengus saat El tidak mengatakan siapa nama Ifa. dia juga lupa memberi tau El nama Ifa dan apa saja yang dia temukan dari penyelidikannya.
"Maksud Tuan, dimana Ifa??" sahut Ar dari seberang meja
"Maksud Tuan, perempuan yang anda bawa ke Mansion??" pelayan memastikan kalau benar itu Ifa
Hemm
El hanya berdahem menyahut apa yang ditanyakan pelayan padanya. dia sudah sangat tidak sabar, ingin mengetahui dimana perempuan yang sejak tadi dia cari.
"Nona, ada ditaman bekalang Tuan" sahut pelayan
El menaikan satu alisnya saat mendengar apa yang dikatakan pelayan, dia bertanya-tanya untuk apa dia datang ke taman bekalang, sepagi ini dan bukannya ikut sarapan dengannya.
Tanpa mengatakan apapun, El meninggalkan meja makan. dia melangkah ke arah pintu belakang Mansion, yang tidak jauh dari dapur Mansion dengan langkah lebarnya.
El, ingin tau apa yang tengah Ifa lakukan ditaman belakang sepagi ini, yang mana ditaman belakang jam sarapan seperti ini banyak anak buahnya yang akan berlatih bela diri, ada yang olahraga.
El, sangat tidak suka saat ada pria lain yang menatap dan mengagumi kecantikan Ifa. ke cantikan Ifa hanya untuk El saja, tidak boleh ada yang melihat, apalagi terpesona.
El, keluar dari dalam Mansion. dia melangkah ke arah taman dimana para anak buahnya langsung menyingkir dengan menunduk, begitupun dengan para pelayan.
Anak buah dan para pelayan El bertanya-tanya, kenapa El datang ke taman sepagi ini, padahal El akan datang saat dia libur kerja untuk olahraga. tapi, kini El dengan setelan kerjanya datang ke taman dengan raut wajah yang sangat suram, layaknya kuburan terbengkalai.
El, bisa melihat Ifa tengah menyiram bunga hias dengan sangat telaten, dengan bernyanyi dan juga bergoyang kesana kemari membuat El ingin menenggelamkan Ifa ke dalam sumur tua.
El, memegang bahu Ifa dengan pelan saat dia sudah ada didekatnya. Ifa yang terkejut, tanpa dia duga, dia menyemprot El dengan semprotan yang dia gunakan untuk menyiram bunga hias milik El.
"Kamu!!" pekik El dengan sangat kesal.
"Tu-tuan, kenapa anda disini??" tanya Ifa dengan menjatuhkan semprotan airnya.
El, menatap Ifa dengan tatapan tajam, dia tidak tau harus marah atau bagaimana sekarang ini. mau marah, melihat sorot mata indahnya, membuat hati El luluh, tidak marah dia sudah membuatnya basa.
El, memejamkan matanya dengan membuang napas kasar. dia menetralkan dan menekan rasa kesalnya dengan perempuan yang ada didepannya.
"Ikut aku!!" ucap El dengan menarik tangan Ifa dengan sangat kasar.
Eh..
Ifa yang tingginya tidak sebanding dengan El, dia kesusahan untuk menyamai El. Ifa, berlari sedangkan El melangkah dengan langkah lebarnya.
"Tuan, saya capek berlari" keluh Ifa
El tidak peduli dengan keluhan Ifa. dia terus menarik tangan Ifa dengan kasar, El membawa Ifa masuk ke dalam mansion dengan tatapan ternganga para pelayan dan anak buahnya, yang sangat tidak menduga kalau Ifa masih selamat setelah dia membuat El basa.
Pelayan dan para anak buah El menduga kalau Ifa adalah perempuan spesial yang mungkin akan menjadi Nona di Mansion El. tidak mungkin El sangat baik dengan pelayan, apalagi mencari langsung ketaman.
Kini El dan Ifa sudah didalam lift, El menatap Ifa dengan tatapan menusuk. Ifa, menunduk saat El menatapnya seperti ingin memakannya hidup-hidup.
"Tu-Tuan, apa saya punya salah??" tanya Ifa hati-hati
"Kamu, kenapa sejak kemarin menghindari ku??" tanya El dengan menarik pinggang ramping Ifa.
Kini El memeluk Ifa dengan tangan Ifa menjadi penghalang, didada El. Ifa, meronta dengan apa yang El lakukan saat ini. "Tuan, jangan seperti ini!" ucap Ifa dengan mendongak menatap El
"Kenapa?? bukan kah aku sudah merasakan jauh lebih dari ini" sahut El dengan berbisik ditelinga Ifa
"Tu-tuan!! anda jangan kurang ajar!!" sahut Ifa terbata-bata.
"Kurang aja seperti apa??" tanya El dengan menaikan dagu Ifa dengan pelan.
Ifa menunduk, sedangkan El memaksa Ifa menatap nya. El, terlihat sangat menggemaskan saat menggoda Ifa seperti saat ini.
"And-.." belum juga Ifa mengatakan apa yang ingin dia katakan, El menggendong Ifa ala bridal style tepat dengan pintu lift terbuka.
Ifa terkejut dengan apa yang El lakukan dengan sangat tiba-tiba. Ifa menatap wajah tampan El dari jarak yang sangat-sangat dekat. Ifa bisa melihat wajah tampan El yang sangat hakiki.
"Tampan sekali" batin Ifa
"Belum puas melihat ku??" tanya El menggoda
Ah..
Ifa langsung saja tersadar dari terpesonanya, dia memalingkan wajahnya dengan meronta ingin diturunkan. Ifa bukannya diturunkan dia malah mendapatkan ciuman dikeningnya.
Ah..
"Tuan!!!!!" pekik Ifa dengan sangat-sangat kencang.
El tersenyum meskipun telinga nya seolah gendang telinganya terasa seperti pecah. dia membawa Ifa kedalam kamarnya, tanpa memperdulikan Ifa yang memaki terus menerus El.