Mau, Tidak Mau

1381 Kata
"Anda, mau apa hah??" tanya Ifa dengan menunjuk El yang tengah membuka jas yang dia kenakan didepan Ifa, tanpa punya rasa malu sama sekali. El, tidak menyahut apa yang ditanyakan Ifa, dia terus melepas jas, dasi, kemeja dan sabuk yang dia kenakan. Ifa, melotot saat El akan membuka pengait celana bahan yang dia kenakan. "Tunggu!!" ucap Ifa dengan mengarahkan tangannya kedepan "Kenapa??" tanya El dengan sinis "Anda!! kalau, mau ganti baju jangan didepan saya juga dong!! saya ini masih polos" sahut Ifa dengan kesalnya, saat El menurut Ifa sudah sangat keterlaluan. El menaikan salah satu alisnya mendengar apa yang Ifa katakan, dia mendekati Ifa dengan langkah pelannya. sedangkan Ifa menatap dengan tatapan takut. "Mau apa anda??" tanya Ifa El tersenyum miring mendengar pertanyaan yang sama, yang Ifa berikan. tentu saja dia ingin membalas rasa kesalnya pada Ifa saat ini. "Kamu, bilang apa?? polos??" ulang El dengan berdiri tepat didepan Ifa, tidak ada jarak diantara mereka berdua. Ifa bisa merasakan detak jantung El yang terpacu dengan sangat cepat, bisa merasakan hangat nya napas pria yang ada didepannya. Begitu pun dengan El yang bisa merasakan hangatnya napas Ifa didada bidangnya dan detak jantung Ifa yang berdetak dengan sangat-sangat cepat. El, menaikkan dagu Ifa untuk menatap wajah tampannya, Ifa merasa dibuat salting dan baper saat ini. dia tidak tau harus bagaimana, Ifa sangat bingung dengan sikap El yang seolah mempermainkannya. "Tu-tu-tuan!! a-apa yang anda lakukan??" tanya Ifa dengan gelagapan "Kenapa, kamu tidak menjawab pertanyaan ku??" tanya El dengan mendekatkan wajah tampannya ke arah Ifa "Tu-tuan, anda jangan seperti ini!!" sahut Ifa dengan mendorong d**a bidang El yang sangat keras. "Bukan, kah posisi sekarang lebih nyaman??" goda El berbisik ditelinga Ifa Ifa bergidik saat dia merasakan sensasi geli ditelinga dan sekujur tubuhnya. El, membuat Ifa merasa tidak tenang hari-harinya. tidak bisa bebas dari segala serangan yang El lakukan dan katakan. El, melihat Ifa yang terlihat semakin takut dan ngeri dengannya, membuat jiwa jail El yang terpendam selama ini muncul, seketika. El, memegang salah satu bahu Ifa dengan tangan yang masih didagu Ifa. Ifa, membuang muka saat mata tajam El, yang kini menatap Ifa dengan hangat. El, menatap mata indah yang selalu saja membuatnya teringat dan terbayang-bayang. El, kembali mengarahkan wajah Ifa menatapnya, saat Ifa membuang muka. "Kenapa terus menghindar??" tanya El "Tuan, saya tidak menghindar" bohong Ifa "Benar kah???" El memastikan apa yang dia dengar dari bibir pink alami milik Ifa "Tentu saja Tuan!!" sahut Ifa tanpa berani untuk menatap mata El. "Lalu, kenapa tidak ikut sarapan??" tanya El dengan memeluk pinggang ramping Ifa. Jarak Ifa dengan El saat ini membuat keduanya terlihat sangat intim, sangat-sangat membuat para perempuan iri. Ifa bisa sedekat, didekap, diperlakukan dengan manis oleh El. Pria yang tidak perna berbuat baik selama ini dengan yang namanya perempuan, tapi kini dengan perempuan yang baru dia kenal. El sangat-sangat terlihat memanjakan, sayang dan hangat. Keinginan semua perempuan yang ada didunia, bisa seintim dengan El. sayang, hanya satu perempuan konyol yang mampu menggerakkan hati seorang Elang. El, tidak bisa jauh, tidak bisa tidak melihat Ifa sebelum dia ke kantor. tapi Ifa malah dengan sangat sengaja dia menghindarinya, karena malu dengan apa yang El katakan padanya. Ifa, merasa baper, salting dibuat El. Ifa juga takut akan keterbiasaannya dengan apa yang El lakukan, akan membuat Ifa nyaman dan enggan jauh dari El. "Tuan, apa kah pantas! bawaan dengan Majikannya seperti ini?? ini sangat tidak pantas Tuan!!" ucap Ifa dengan mencoba melepaskan pelukan El dari pinggang ramping nya Pinggang yang kini merasakan kehangatan pelukan El, pinggang yang selalu menjadi favorit El saat dekat dengan Ifa. El merasa, sangat mudah mendekat Ifa yang punya pinggang setipis tisu. "Apa yang tidak pantas?? disini hanya ada kamu dan aku!! tidak ada orang lain, bahkan kamu saja sudah naik ke atas ranjang ku, apa yang perlu tidak dipantaskan??" sahut El dengan sangat santainya Entah, dari mana El mempelajari semua yang dia lakukan pada Ifa saat ini. karena sebelumnya El, tidak seromantis saat bersama dengan Ifa. Jika dengan Ifa nada suaranya sangat hangat, tatapannya sangat hangat, raut wajahnya penuh dengan kepolosan, tangannya memperlakukan Ifa seperti barang berharga. Maka saat bersama dengan perempuan-perempuan yang mencoba mendekati El selama ini, nada suaranya dingin, raut wajahnya kaku, tangannya memperlakukan dengan sangat kasar, lebih tepatnya El akan mencekik atau mematahkan tangan yang berani menyentuhnya. Perbedaannya sangat jauh, bagaikan langit dan bumi saat bersama dengan Ifa, entah sihir apa yang Ifa berikan pada El, sampai membuat El seperti tunduk, bertekuk lutut dengan Ifa. "Bahkan kamu sudah melihatnya bukan??" tanya El saat Ifa tidak bisa menjawab apa yang dikatakan El. Ahh.. Ifa berteriak dalam batinnya, dia mengerutuki dirinya sendiri, memaki kebodohannya yang sudah dia lakukan. tapi Ifa juga menikmati pemandangan dan menikmati sentuhannya. Ingin Ifa berteriak didepan El, hanya saja dia takut dengan El. meskipun Ifa bekerja di Mansion El karena terpaksa, tapi dia sangat menghargai pria yang tengah memeluknya. "Kenapa diam?? membayangkan bentuk dan ingin merasakan rasanya saat sadar??" goda El Ifa, melotot mendengar apa yang El katakan. dia tidak menduga dengan El yang sangat-sangat m***m, padahal dia terlihat sangat dingin dan kaku. "Tuan!! kenapa anda selalu saja m***m!!" kesal Ifa "m***m dengan kamu saja boleh kan??" El semakin menggoda Ifa "Mana boleh seperti itu!!" sahut Ifa "Kenapa tidak boleh?? bukan nya, kamu sendiri yang membuat ku menjadi m***m" sahut El semakin tidak terkendali saat bersama dengan Ifa. Huufff.. Ifa mendengus dengan meronta dari pelukan El. sedangkan El, bukannya melepaskan pelukannya, dia malah semakin mengeratkan pelukannya. "Tuan!! lebih baik anda pergi ke kantor!!" ucap Ifa "Aku ingin seharian sama kamu!!" sahut El tidak ingin melepaskan Ifa Ahhhh.. Ifa merengek bak anak kecil yang ingin dibelikan mainan saat ini, dia tidak sanggup lagi, dia bapar dengan bos nya sendiri. "Tuan!! saya baper loh" kesal Ifa dengan meronta-ronta "Baper!! apa itu??" tanya El "Bawa perasaan Loh" sahut Ifa "Kamu mau saya nikahi??" tanya El dengan sangat spontan dan sangat santai "Mau!!" lirih Ifa dengan menganggukkan kepala nya tanpa sadar. "Kita ke KUA sekarang!!" sahut El "Apa??" pekik Ifa saat mendengar apa yang El katakan baru saja, dia sangat terkejut mendengar El langsung saja mau membawa nya ke KUA Ifa dan El saling tatap saat setelah Ifa berteriak terkejut. Ifa mengarahkan tangannya ke kening El. Ifa menempelkan punggung tangannya ke kening El dengan pelan. "Tidak panas!! apa anda tengah oleng??" tanya Ifa "Kamu katanya mau menikah dengan ku" sahut El Hah Ifa ternganga mendengar apa yang El katakan, dia kira kalau El hanya bercanda dan dia juga mempercandai El juga. tapi El malah menganggap nya serius. "Ayo!!" ajak El "Tidakk!! aku belum menjadi dokter!!" pekik Ifa dengan melepas pelukan El dengan sangat kencang, sampai pelukannya terlepas. Ifa tanpa membuang kesempatan dia berlari dengan kencang ke arah pintu kamar El, Ifa keluar dari dalam kamar dengan buru-buru, sampai tidak menyadari kalau Ar ada didepan pintu. Ifa lari terbirit-b***t seperti dikejar hantu, membuat Ar bingung, heran secara bersamaan. Ar, bertanya-tanya apa yang sudah dilakukan El sampai membuat Ifa ketakutan. Ar masuk ke dalam kamar dengan rasa bingungnya. dia melihat El yang sudah duduk ditepi ranjang dengan menatap lurus ke depan. El merasa bingung dengan perempuan, sebentar mau, sebentar tidak mau. El merasa kalau Ifa membingungkan. Saat El bingung dengan Ifa, dia mendengar suara Ar yang memanggilnya. El, menoleh ke arah Ar dengan tatapan bertanya. Ar tidak tau apa yang ditanyakan El padanya. "Menurut kamu!! apa??" tanya El ambigu "Apanya Tuan??" tanya Ar tidak paham "Dia mau, sekarang tidak mau" sahut El "Mau apa Tuan??" heran Ar "Menikah" Hah??? Ar tidak paham dengan apa yang dimaksud El saat ini, sedangkan El malah larut dengan kebingungannya, membuat Ar semakin dibuat bingung. Ar merasa Ifa dan El sama-sama membingungkan pagi ini, entah apa yang sebenarnya El dan Ifa lakukan, sampai kedua nya sama-sama membingungkan. "Tuan siapa yang menikah??" tanya Ar "Aku mengajaknya dia menikah, dia mau!! terus aku mengajak nya ke KUA sekarang tidak mau" sahut El Ar mendengus semudah itu kah El memberikan pernikahan pada perempuan yang sangat dia cintai. apa tidak ada pesta, tidak ada dekor dan MUA. Ar tidak bisa berkata-kata saat ini hanya bisa diam dengan menatap El yang masih telanjang d**a. sedangkan El, dia diam duduk dengan bingung dan bertanya-tanya salah nya dimana. Tidak menemukan jawabannya, dia beranjak dari duduknya, dia melangkah ke arah ruang ganti yang ada didalam kamar dengan Ar mengikuti Tuannya dari belakang, untuk menyiapkan baju El.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN