keesokan harinya, setelah Fey sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Mereka segera menyiapkan keperluan untuk keberangkatan mereka ke Indonesia, tapi tiba-tiba saja Arnold menerima telepon dari salah satu anak buahnya dan keluar kamar untuk berbincang-bincang dengan anak buahnya. Setelah selesai menerima telepon dari anak buahnya, Arnold segera bergegas pergi ke markasnya dan pergi meninggalkan Fey yang saat itu sedang tertidur. Tentu saja ia membatalkan rencananya yang akan pergi menemui orang tua Fey. Karena memang saat ini permasalahan yang dihadapinya cukup genting dan untuk saat ini ia harus mengesampingkan urusan Fey demi kelangsungan hidupnya. Arnold kini tengah mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Terlihat raut wajah menegangnya dengan rahang yang meng

