Selama dua hari berturut-turut Irhea melakukan pelatihan yang intens. Di pagi hari dia selalu datang ke makam leluhur, lalu siang harinya dia akan menemui Irhea untuk urusan latihan. Kemudian malam harinya dia akan menghafal dan mempelajari buku sihirnya. Namun, pada hari ke tiga ini dia menghentikan semuanya. Dia justru menghabiskan paginya dengan berdiam diri di sungai yang berada di belakang akademi. Saat ini perasaannya dibuat bingung dan resah karena satu hal. Dia berjongkok di permukaan air sambil mengamati pantulan dirinya sendiri. Beberapa helai rambut tampak menyebar di pundaknya. Itu bukan rambut hitam, melainkan rambut yang berwarna putih perak. “Hah!” Dia mendesah gusar entah untuk yang ke berapa kalinya. Pagi ini ketika baru saja bangun tidur, dia dikejutkan oleh keadaan ra

