“Nona, silakan. Ini adalah herbal yang kalian inginkan,” ucap seorang pegawai toko yang sebelumnya sudah menerima catatan herbal dari Eukela, sambil mengulurkan satu kantong kain berukuran cukup besar. “Aku akan memeriksanya sebentar.” Eukela mengambil kantong itu dan segera membukanya. Di dalam sana sudah ada beberapa herbal yang diinginkannya. “Sudah lengkap. Berapa batu roh yang diperlukan?” “Ini 950 batu roh.” Eukela pun segera mengeluarkan sejumlah batu roh yang dibutuhkan, lalu memberikannya pada si pegawai toko itu. “Terima kasih,” ucapnya. “Irhea, ayo pergi sekarang.” Irhea mengangguk lalu melangkah keluar mengikuti Eukela. Diam-diam dia memerhatikan sekitar, waspada seandainya si wanita arogan itu datang menghadangnya. Beruntung di luar toko itu tidak tampak ada Lucia. “Apa

