Irhea menatap Eukela dengan perasaan yang rumit. “Guru, sepertinya wanita itu ingin membuat masalah lagi,” ucapnya dengan perasaan yang tidak tenang. “Bagaimana dia bisa mengetahui namaku?” Eukela tiba-tiba mencengkeram tangan Irhea dengan erat. “Tetaplah di sini. Biarkan aku yang akan menemui wanita itu.” “Tidak.” Irhea segera menggeleng. “Dia mencariku, pasti orang yang ditargetkan memang aku.” Suara langkah kaki cepat terdengar dari arah tangga. Irhea dan Eukela refleks menoleh. Mereka langsung diperlihatkan dengan sosok Lucia yang melangkah mendekat dengan wajah merah penuh amarah. Lucia menghentikan langkahnya setelah tiba beberapa meter di depan musuhnya. Tatapan matanya menjadi sangat tajam. Jika tatapan mata saja bisa membunuh seseorang maka Irhea dan Eukela mungkin sudah mati

