“Uhuk!” Irhea terbatuk beberapa kali sambil mengibaskan tangan di depan wajahnya. Asap hitam sudah menyebar di seluruh ruangan dan menghalangi pandangannya selama beberapa saat. “Althea, sudah kubilang ini akan meledak, tetapi kau tidak memercayaiku,” dia mulai menggerutu kesal. Saat ini tubuhnya sudah tersungkur di tanah dengan penampilan yang berantakan. Pant4t dan punggungnya pun terasa pegal. “Irhea, aku selalu optimis dengan pekerjaanku. Ini pasti kesalahan. Aku tidak pernah meledakkan apa pun sebelumnya,” balas Althea sambil merangkak keluar dari kolong meja. Dia sendiri juga baru terlempar akibat ledakan kuali. Asap hitam sedikit demi sedikit mulai berkurang. Akhirnya Irhea bisa melihat Althea yang berpenampilan sangat berantakan. Dia langsung tertawa keras ketika melihat wajah t

