“Althea, aku sudah berbicara dengan Guru Eukela,” ucap Irhea setelah kembali ke asrama. “Tentang apa?” “Tentang rencana kita untuk membeli tungku dan kuali. Guruku tidak setuju dengan itu. Ada barang lain yang lebih berharga daripada itu.” Irhea membaringkan tubuhnya ke tempat tidur. “Barang apa itu? Katakan padaku,” pinta Althea dengan penasaran. Memangnya barang apa yang bisa lebih berharga dari tungku dan kuali? “Itu adalah ramuan untuk mengubah warna rambut. Kau tahu, kan? Rambut Chatia sudah memutih dan jika dia diberi ramuan seperti itu, dia pasti akan sangat senang,” jelas Irhea dengan ringan. “Dan menurutku … Chatia adalah seorang alchemist bukan? Dia pasti akan senang, bukan hanya karena rambutnya bisa menjadi hitam lagi, tetapi juga karena ramuan seperti itu bisa dipelajari

