Setelah melewati hutan yang dipasang array itu, akhirnya Irhea dan Eukela sampai di perkampungan kecil. Perkampungan itu merupakan desa yang memiliki banyak penduduk ramah. Beberapa dari mereka ada yang mengenal Eukela dan menyapanya dengan sopan. “Guru Eukela, bagaimana kabarmu? Sudah lama aku tidak melihatmu datang ke sini," kata seorang pria tua yang sedang mengikat kayu bakar di depan rumah. “Aku baik-baik saja," balas Eukela dengan senang. “Akhir-akhir ini memang kami semua sibuk di akademi.” Orang tua itu mengangguk. “Benar. Guru-guru lain juga tampaknya jarang keluar. Apa sesuatu terjadi di akademi?” Eukela menggeleng. “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Itu hanya masalah kecil.” Sebenarnya sejak makam leluhur dibuka, guru-guru akademi memang jarang pergi keluar. Mereka sudah

