Irhea terus mengikuti Eukela sambil melihat ke sekeliling. Ada banyak hal-hal yang sudah lama tidak dia lihat. Ada banyak hal baru juga yang baru pertama kali dia lihat. Kota ramai itu terlihat menyenangkan, sekaligus berbahaya. Kenapa berbahaya? Karena di sana ada banyak orang-orang kejam. Perundungan yang biasanya dia terima di akademi ternyata masih belum seberapa jika dibandingkan dengan kekejaman di kota Melorie. Beberapa kali dia melihat perkelahian, penindasan, pencurian dan bahkan perampokan. Sekarang dia semakin mengerti bahwa hidup di tengah kota seperti ini pasti bukan hal yang mudah. “Guru, kenapa tidak ada yang menolong orang itu?” tanya Irhea sambil menunjuk pada wanita tua yang bersimpuh di tanah. Wanita itu menangis di depan seorang pria dewasa yang berbadan gempal. Waja

