Tubuh Irhea berkelebat cepat mengikuti pria yang menyeretnya pergi. Pandangannya tidak bisa melihat dengan jelas, apalagi ini malam hari. Semuanya tampak gelap, dingin dan suram. Hanya ada kelebat pepohonan yang membuatnya semakin pusing. “Ke mana kau akan membawaku? Lepaskan aku …!” Irhea mencoba berteriak meskipun hasilnya tidak terdengar seperti teriakan. Suaranya justru terdengar sediikit mengerikan, seperti rintihan dan desis kesakitan. Kedua kakinya terus diseret dengan cepat, itu sungguh menciptakan banyak lecet yang sama sekali tidak bisa dihindari. Tungkainya bahkan mulai berdarah-darah, meninggalkan jejak merah yang mencurigakan. “Diam kau, sial4n! Aku akan membawamu ke penjara neraka paling menakutkan di dunia!” bentak pria itu sambil terus menyeret Irhea pergi sambil bertel

