Kedua mata Irhea langsung terbuka lebar melihat botol yang ingin diberikannnya pada pada Guru Chatia sudah hancur di atas jalanan yang keras. Ramuan yang susah payah dibuat oleh Eukela kini tersebar dan menguap begitu saja. Dia menatap nanar ke bawah. Sejenak dia hanya diam sampai akhirnya sebuah suara berteriak padanya, “Akhirnya aku menemukanmu, Anak Nakal!” Amarah mulai merasuki pikiran Irhea. Gigi-giginya bergemeletuk, kedua tangannya saling terkepal erat. Dia pun menoleh ke sumber suara dan melihat pria paruh baya yang mengenakan jubah hitam sedang menatapnya penuh kemarahan. “Siapa kau?” tanya Irhea dengan kening berkerut. Pria yang berjarak beberapa meter darinya itu terlihat sangat asing. Dia yakin belum pernah pernah bertemu dengannya sebelum ini. Kalau begitu apa masalahnya? K

