Tidak ada yang mudah di dunia ini. Dan sejalan dengan takdir-takdir-Nya, manusia hanya mampu berserah diri pada yang Maha Kuasa. Harus Kinan sadari itu. Bahkan, Kinan sudah menjaga jarak sejak kedatangan Bam. Bara? Dia lelaki yang selalu mendukungnya. Meski pada awal pertemuan keduanya tidak cukup baik, karena Gina adalah pendorongnya, maka kedekatan itu mulai terjalin. Bukan kedekatan yang seperti wanita menginginkan laki-laki idaman, Kinan hanya menumpu dirinya pada Bram sebagai sahabatnya. ‘Hueekkk hueekkk’ Malam itu, Kinan merasa ada yang aneh pada tubuhnya. Seperti pertama kali hamil—sebelum keguguran—Kinan merasakannya lagi. Tapi bukan bahagia yang menggebu seperti dulu, Kinan memikirkan hubungannya dengan Bam yang semakin menjauh saja. Sudah sekitar dua bulan Kinan menghindari Ba

