Lucas tidak menyadari berapa lama waktu yang dirinya habiskan untuk membaca semua berkas dari Emma dan mencocokkan dengan flash disc dari Nisa. Beberapa cangkir kopi sudah berada di mejanya bahkan kertas – kertas tersebut dirinya coret untuk mencari sesuatu yang mencurigakan dan setelah menghabiskan waktu lama Lucas menemukan beberapa keganjilan dari semuanya dan secara perlahan Anggi telah membuka semuanya. Lucas menatap jam yang sudah mendekati subuh membuat Lucas memutuskan untuk beristirahat dan bahkan dirinya lupa apa yang akan terjadi pada dirinya beberapa jam lagi. “Abang,” suara teriakan sang mami membuat Lucas menatap malas “abang baru tidur jam berapa?.” Lucas menatap Tania masih belum terlalu sadar “subuh mungkin, kenapa?.” Tania menghembuskan nafas “abang gak lupa kalau hari

