Viona memejam mata. Tubuhnya menegang, begitu gelenyar di payudaranya semakin membuatnya hilang arah. Jari Derik memainkan dengan memutar, menarik, lalu bibir serta lidahnya bercanda di sana. Desahannya keluar. Viona menggelinjang. Begitu lidah Derik bermain di puncak merah muda yang menegang, Viona tak bisa menyembunyikan desah serak tanda ia menikmati sentuhan bibir Derik. "Mas...." Derik tak berhenti. Ia malah semakin menghisap layaknya bayi. Kemudian menyesapnya hingga kedut dirasakan Viona. Gigitan kecil Derik layangkan di sekitar puncak. Menjilat, menggigit hingga bercak kemerahan. Tak sampai di situ, tangan Derik meremas hingga Viona menjerit dan memejam. Ini terlalu nikmat. Bahkan kala jemari Derik menarik putingnya dan menggerakkannya dengan penuh godaan. "Mas," lirihnya. Mel

