Pernikahan Impian (Baca Mulai Bab 6)

1074 Kata
Pernikahan Derik dan Adel tentu berlangsung meriah. Banyak kolega Bisnis Derik, teman risan Viona dan tamh dari keluarga orang tua Viona yang datang. Untuk keluarga dari Derik memang tak banyak. Orang tua Derik sudah tak ada. Ia hanya tingga dengan asisten rumah tangga yang biasa ia panggil Nenek karena memang usianya sudah tua. Nenek juga yang mengasuhnya sejak ia kecil. Sekarang selain mengurua dirinya, Nenek juga akan mengurus Viona yang sekrang menjadi istri Derik dan ikut tinggak di rumah tersebut. "Kamu biasa sendiri, sekarang ada aku. Gimana rasanya?" tanya Adel begitu keduanya sedang iatirahta mengatur napas usai mengahabiskan malam panas ke sekian sebagai suami dan istri. "Menyenangkan. Aku jadi punya kebiasaan baru." Derik lantas memeluk Adel daei belakang. Ia tarim selimut menutupi tubuh mereka yang tak berbalut apa pun. AC di kamar tersebut bekerja dengan bauk. Meski tadinya berkeringat hebat dan merasa gerah, kini keduanya mulai merasa kedinginan. Makanya derik lekas menarik selimut. "Sekian lama kita temenan, sekarang ada bedanya. Bisa seranjang berdua. Kamu hebat juga, padahal baru pertama kan?" tebak Adel yang baginya Derik memang bukan yang pertama. Meski keduanya dekat, tapi tak ada hubungan spesial. Adel juga sempat jatuh cinta dengan orang lain bahkan melakukannya. Meski Derik tahu, laki-laki itu tetap meneima Adel apa adanya. "Iya. Mau lagi?" tantang Derik yang disahutu anggukan oleh Adel. * Keduanya pun akhirnya menikah setelah beberapa kali sempat ragu karena selama ini keduanya terjebak dalam hubungan friendzone. Terlalu nyaman satu sama lain baik Derik maupun Adele. Meski berulang kali Adel menjalin hubungan dengan laki-laki, tidak begitu dengan Derik yang sekalipun tidak pernah punya kekasih. Karena hidupnya terlalu sibuk dengan pekerjaan. Ia mengembangkan bisnis yang dulu dilakukan oleh orang tuanya dan kini ia perluas cabangnya dan semakin banyak perumahan-perumahan yang didirikan. Tidak hanya di Kota Samarinda juga berada di kota lain. Maka dari itu Derik tidak punya waktu untuk menjalin Asmara karena baginya soal Adel saja juga sudah menguras waktunya. Bagaimana tidak, Adele selalu menghubungi dirinya saat keadaan apa pun dan Derik akan datang untuk mengatasinya. Pernah suatu kali Adel membuat masalah karena kabur ke Villa saat tahun baru bersama kekasihnya. Karena begitu cintanya Adel dengan pacar tersebut sampai rela membohongi mamanya ia ke rumah Derik padahal ke villa di Bogor. Besok paginya Mama Adel menelepon Derik menanyakan keadaan Adel dan mengingatkan jadw untuk minum obat. Derik yang kaget dan bingung pun hanya bisa memutar alasan agar mamanya tidak khawatir Terpaksa ia berbohong bahwa ka dan Adele tengah sarapan di rumah sehingga orang tua Adel pun tidak khawatir. Setelah itu Adel tampak menghubungi ponsel Derik, menanyakan keadaan dan lokasi di mana karena sang mama menanyakannya terus-menerus. Belum sampai Adel menjelaskan rupanya suara di telepon itu adalah suara pacar Adel, menjelaskan bahwa Adele sedang lemah karena semalam kelelahan dan langsung tidur lupa minum obatnya. Mendengar kabar Adel tersebut Derik langsung melakukan video call dan meminta pacar Adel membuka tas perempuan itu. Di sana ada obat yang biasanya digunakan Adel jika saat kambuh seperti ini. Derik sudah tahu karena ia tumbuh bersama dengan Adel. Ia tahu bagaimana cara menangani kambuhnya Adel saat lupa minum obat. Jika sudah fatal maka akan sampai masuk rumah sakit. Untung saja ia langsung dihubungi pacar Adel. Karena tidak mungkin juga pacar Adel menelpon nomor Mamanya karena ia tahu Adel berbohong pergi dengannya. Untung saja Derik menempati urutan pertama dari daftar kontak penting yang ada di ponsel dan juga banyak panggilan serta chat sampai di PIN oleh Adel, menandakan bahwa Derik memang orang yang yang penting bagi Adel. * Setelah membaik dan Derik sampai di Villa tersebut Adel pun berpamitan pada pacar dan juga teman-teman pacarnya. Ia akan pulang duluan. Sejak saat itu hubungan Adel dengan pacarnya pun putus. Pada malam tahun baru itu adalah malam di mana Adel kehilangan keperawanannya, karena diserahkan saja pada sang kekasih. Mengingat ia sangat mencintai dan berharap bahwa laki-laki itu adalah orang terakhir yang akan menghabiskan dan hari tua bersamanya kelak. "Kamu enak main sama laki-laki, sementara aku diomelin Mama kamu," kata Derik agak kesal saat ada menceritakan kejadian malam tahun baru itu dalam perjalanan di mobil yang dikendarai oleh Derik menuju ke arah rumah. Keduanya baru pulang dari jalan lebih tepatnya Derik menemani Adel berbelanja. "Habisnya dia dia minta putus dan mau ninggalin aku. Ya gimana sih, aku udah cinta banget sama dia. Makanya aku rela ngasih apa yang dia mau. Eh tapi ujung-ujungnya setelah tahu aku penyakitan kayak gini dia ninggalin aku." "Laki-laki itu nggak pantes buat kamu, Del. Masih ada laki-laki baik yang pastinya mau sama kamu dan mau nerima kekurangan serta kelebihan kamu." Adel mengangguk. "Iya sih. Semoga aja tapi ngomong-ngomong ternyata aku baru tahu kenapa orang-orang pada selalu pengen ngelakuin itu sebelum mereka nikah. Dan rasanya emang seenak itu, apalagi dia mainnya lembut buat pembukaan tapi ganas pas sudah tahu aku enjoy. Coba sesekali kamu ngerasain, Rik, biar nggak penasaran. Kayaknya kamu juga belum pernah ngerasain kan," Sindir Adel membuat Derik hanya geleng-geleng kepala. "Nggak usah nanti aja kalau aku udah nikah aku bakal ngelakuinnya sama istri aku." "Asli kamu bakalan nyesel. Enak banget pokoknya, Rik. Makanya aku tuh pengen lagi sama dia. Eh malah dia mutusin aku." * Tidak sampai di situ perjalanan cinta Adel. Ia bertemu dengan laki-laki yang ia kira juga bakalan menjadi pelabuhanTerakhir hatinya karena sudah pernah melakukannya jadi dengan pacar barunya ini pun ada terbiasa melakukan kan hubungan yang membuatnya ketagihan terus menerus namun ia tidak bisa sa dalam satu waktu itu nonstop mengingat keadaan tubuhnya yang tidak bisa diajak kompromi jika terlalu lelah. Tak masalah, pacar Adel pun juga menerima keadaan Adel apa adanya. Adel pun baru menyadari bahwa menjalin kasih dengan hubungan yang lebih dekat sebatas ciuman dan pelukan itu memang menyenangkan. Ia seakan lupa pada dunianya yang penuh dengan jadwal minum obat. Ia merasa setiap desahan yang ia lontarkan seolah mengeluarkan keluh kesah yang ia tahan selama ini. Adel pun merasa ia menemukan dunia barunya. Bahkan saat ia putus dengan kekasihnya tersebut karena sang kekasih dijodohkan oleh orang tuanya dengan orang lain, Adel tak merasa begitu patah hati. Ia sudah tahu bahwa hubungannya selama ini ini hanya berdasar pada kepuasan. Sama-sama mencari kepuasan bukan sama-sama saling berbagi perasaan. Hingga ia memutuskan bersama dengan Derik. Karena Adel merasa bahwa Derik adalah satu-satunya dan paling tepat. Laki-laki yang mau menerimanya sejak awal sampai ia seperti ini. Menerima kekurangan tanpa peduli tentang masa lalu dan apa saja yang telah dilakukannya. Ia pun juga merasa lebih nyaman dan sangat aman jika bersama dengan Derik, sahabat yang kini menjadi suaminya. ___
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN