Adel bangun dengan senyuman. Ada suami yang seminggu lebih tak ia jumpai saat pagi. Melihat laki-laki itu tengah pulas, Adel mendekat dan masuk dalam dekapannya. Merasa terganggu, Derik pun membuka mata. Wajah Adel yang tepat berada di depannya membuat Derik maju dan mengecup bibir sang istri. "Hai." Derik menggeliat sejenak. "Hai." "Seneng kamu ada di sampingku pagi ini." Derik membelai rambut Adel. "Aku juga. Maaf sering meninggalkanmu." Menggeleng. "Yang penting kamu baik-baik saja aku tak masalah. Jangan lupa makan, Sayang. Aku khawatir kamu terlalu sibuk jadi lupa makan dan istirahat." Derik tersenyum dan mengecup kening Adel. "Kamu juga. Jaga kesehatan, meskipun aku tidak di sampingmu." "Iya. Ada Nenek dan Viona kok yang jagain aku. Kamu tenang saja." Kecupan mendarat lagi,

