Dua Puluh Tiga | Rasa Sayang

1021 Kata

Sudah hampir seminggu Derik tak menginjak rumah. Ia lelah, juga rindu. Adel menelpon setiap hari, merengek memintanya segera pulang. Sayangnya kerjaannya memang sering bolak-balik ke kota sebelah. Tidur lebih banyak di kantor baik di Tenggarong atau Samarinda. Tiba di rumah sudah pukul sebelas malam. Jelas Adel sudah tidur. Tadi Adel menghubunginya baru jalan dengan Viona dan pulang selepas magrib. Tentu sekarang dua perempuan yang menjadi istrinya itu sudah di rumah. Mobil Adel saja terparkir di garasi. Masuk ke dapur, ia dapati Nenek yang terbangun ke kamar mandi menyambutnya. "Baru pulang, Pak?" Nenek mengambil tas Derik dan membawanya ke sofa. "Kopi?" Derik mengangguk. "Iya. Sama bikinkan telur dadar, Nek. Kasih sayuran kalau ada." Nenek lekas menuju lemari es. Melihat sayur yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN