“Mbak Sekar!” Sekar yang sedang menimang Dira di teras rumah melambaikan tangannya. “Mampir, Dik!” panggil Sekar pada Dini yang lewat. Dia mau ke rumah Rendi yang tepat di sebelahnya. “Acara apa?” tanya Sekar. “Biasalah, Mbak. Reunian.” “Wuidih. Gayamu, Dik. Eh, Mbak Ratih apa kabar?” Dini seumuran dengan Rendi. Dulu sekolah SMP dan SMA satu letting. Sekar sering melihat mereka belajar kelompok. “Baik, Mbak. Eh, Mbak….” Dini langsung duduk di sebelah Sekar. Tangannya iseng mencubit-cubit pipi Dira, membuat bayi mungil itu terkekeh-kekeh. “Opo?” Sekar menggeser duduknya. Dia tahu, adik temannya itu biasanya ada modus kalau sudah mendahului kalimatnya dengan kata-kata itu. “Mbok Mbak Sekar kenalin Mbak Ratih sama siapa, gitu….” tutur Dini. Mata dan tangannya masih sibuk mengg

