"Zal, tadi Gilang ke sini." Siti melaporkan saat Rizal baru pulang kerja. Ibu Rizal sudah kembali ke kampungnya. "Gilang? Gilang siapa?" Rizal mengerutkan keningnya. "Katanya teman sekolahmu." Buru-buru Rizal merogoh ponsel di sakunya. Dengan teliti diperiksanya aplikasi chat. "Nggak chat aku, Mbak. Ada apa katanya? Kok tumben nggak telpon, malah datang?" "Katanya ada yang penting. Emang dia nggak tau, kalau kamu sudah pisah?" "Dia nanya gitu?" "Kurang lebihnya begitu. Karena itu juga dia ke sini." "Makasih, Mbak. Biar aku chat." Rizal beranjak ke kamar. Dibukanya pintu lemari untuk mengambil baju. Rizal menghela nafas. Benar kata ibunya. Tak mudah move on dari Desti. Setiap membuka pintu, di lemari gantung, berjajar baju milik Desti yang sengaja tak ia singkirkan. Entah apa yang

