Baru memasuki area parkir bandara, matanya menangkap mobil yang dikenalnya. Ada secercah harapan di sana. Mobil itu salah satu milik keluarga mantan mertuanya. Dengan setengah berlari, Rizal memasuki area keberangkatan internasional. Matanya menyapu semua area bandara. Dalam hati dia berdoa agar masih dapat dipertemukan putrinya. Langkah Rizal semakin dipercepat. Hampir lima tahun menjadi suami Desti, dia tahu betul tempat favorit wanita itu saat berada di bandara. “Papa!” Sebuah panggilan membuat Rizal bernafas lega. Putri ciliknya berlari menghampirinya, meninggalkan seorang wanita dengan rambut diikat ekor kuda, celana hotpants dan kaos ketat, sangat tidak menunjukkan seorang ibu yang berpenampilan sopan. Pria itu lalu berjongkok dan memeluk putri tunggalnya sangat erat. Ia tak m

