CATATAN YANG TERTINGGAL

1324 Kata

Rizal menatap punggung Hasan yang meninggalkannya. Dia menyesap kopi yang sudah terlanjur dingin. Ingatannya kembali ke masa SMA. Sudah samar apa yang diucapkan Hasan barusan. Bagi Rizal, apa yang dikatakan pada Ratih adalah hal sepele. Wanita itu terlalu memperbesar masalah. Ratih, wanita yang selama ini tak ada dalam kamus hidupnya. Dia hanyalah penghalang kebahagiaannya. Namun, kenapa setelah sepuluh tahun berselang, kenapa harus kembali diributkan? Kopi hitam di cangkirnya sudah tandas. Rizal segera beranjak. Mobil Pajero sport keluaran terbaru, dilajukan menuju rumah orang tua Sekar, dimana Gilang menginap malam ini. “Bisa ketemu dengan Gilang, Bu?” tanya Rizal pada Ibunya Sekar yang membukakan pintu. Hari sudah malam. Seluruh penghuni rumah keluarga Sekar sudah pulas. “Mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN