Bab 19b

1092 Kata

Mata Sasti memerah. Ratih tak tega melihatnya. "Itu nggak benar kan, Bun?" tanya Sasti. Ratih memandangi satu persatu anak-anak itu. Dia yang tak terbiasa dengan anak-anak, kebingungan, bagaimana harus menjelaskan. "Mainnya sudah dulu, yuk. Kita cari papa," ujar Ratih sambil membantu mengemasi mainan Sasti. Anak-anak teman main Sasti menatap Ratih dengan pandangan tak suka. Namun, Ratih berusaha tak menghiraukannya. "Lho, kok mainnya udah bubar?" Seorang ibu lewat di depan pagar, berbarengan dengan teman-teman Sasti yang menghambur ke luar pagar. "Nggak boleh sama ibu tirinya Sasti," adu salah seorang di antaranya. "Eh... enggak kok." Ratih buru-buru meralat. "Saya hanya mau ajak Sasti mencari papanya," jelas Ratih. Namun sang ibu muda malah menatap Ratih dengan sinis. "Kalau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN