Mata Sasti memerah. Ratih tak tega melihatnya. "Itu nggak benar kan, Bun?" tanya Sasti. Ratih memandangi satu persatu anak-anak itu. Dia yang tak terbiasa dengan anak-anak, kebingungan, bagaimana harus menjelaskan. "Mainnya sudah dulu, yuk. Kita cari papa," ujar Ratih sambil membantu mengemasi mainan Sasti. Anak-anak teman main Sasti menatap Ratih dengan pandangan tak suka. Namun, Ratih berusaha tak menghiraukannya. "Lho, kok mainnya udah bubar?" Seorang ibu lewat di depan pagar, berbarengan dengan teman-teman Sasti yang menghambur ke luar pagar. "Nggak boleh sama ibu tirinya Sasti," adu salah seorang di antaranya. "Eh... enggak kok." Ratih buru-buru meralat. "Saya hanya mau ajak Sasti mencari papanya," jelas Ratih. Namun sang ibu muda malah menatap Ratih dengan sinis. "Kalau

