Bab 34

1373 Kata

“Begitulah ceritanya…” ucap Rizal seraya menghela nafas. Lelaki itu menceritakan detail perceraiannya dengan mantan istrinya. Meski Ratih tak lagi bertanya, namun menceritakannya, akan lebih baik, karena Ratih kini sudah menjadi belahan jiwanya. Berbeda kala Ratih bertanya sebelum mereka resmi menjadi suami istri. Mereka berdua duduk di atas karpet ruang depan, karena belum memiliki sofa. Rencananya, Sofa akan dibeli jika keuangan Rizal sudah mulai normal. Keduanya menyelonjorkan kaki. Punggung mereka menyandar pada dinding. Ada dua bantal segi empat ukuran kecil sengaja dibeli Ratih dari salah satu toko perlengkapan rumah tangga sebagai aksesoris. Kala duduk santai, bantal itu bisa dipeluk, atau digunakan untuk alas sandaran ke tembok. “Aku tidak ingin mengulang kegagalan. Kamu meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN