“Axita!”
Ia menoleh merasa namanya di sebut. Sosok gadis mendekatinya. Axita melempar senyum. Siapa lagi yang datang kalau bukan sahabatnya. Sosok putri yang terlahir di Klan bintang, memiliki penampilan cantik mengenakan gaun panjang dengan pernak pernik yang memancarkan cahaya memukau, siapa lagi kalau bukan Felix. Felix sahabat dekat Axita. Mereka seakan sepasang sepatu. Selalu bersama dan beriringan. Kemana pun melangkah selalu terlihat bersama.
Tiga belas tahun sudah berlalu. Kini Axita berada di Klan Pluto. Tempat di mana semua putri dari berbagai klan berkumpul menjadi satu untuk melatih kekuatannya.
Klan Pluto awal mulanya adalah klan tidak berpenghuni yang menyeramkan. Asosiasi perkumpulan klan memanfaatkannya sebagai tempat untuk melatih putra putri seluruh klan melatih dan menajamkan kekuatan.
Semua klan telah berdamai. Klan Bulan juga sudah tidak dikucilkan.
“Axita!”
Ia menoleh merasa namanya di sebut. Sosok gadis mendekatinya. Axita melempar senyum. Siapa lagi yang datang kalau bukan sahabatnya. Sosok putri yang terlahir di Klan bintang, memiliki penampilan cantik mengenakan gaun panjang dengan pernak pernik yang memancarkan cahaya memukau, siapa lagi kalau bukan Felix. Felix sahabat dekat Axita. Mereka seakan sepasang sepatu. Selalu bersama dan beriringan. Kemana pun melangkah selalu terlihat bersama.
Tiga belas tahun sudah berlalu. Kini Axita berada di Klan Pluto. Tempat di mana semua putri dari berbagai klan berkumpul menjadi satu untuk melatih kekuatannya.
Klan Pluto awal mulanya adalah klan tidak berpenghuni yang menyeramkan. Asosiasi perkumpulan klan memanfaatkannya sebagai tempat untuk melatih putra putri seluruh klan melatih dan menajamkan kekuatan.
Semua klan telah berdamai. Klan Bulan juga sudah tidak dikucilkan.